Kerajinan Batu Fosil Asal Cikande Banten Tembus Pasar Mancanegara

Kerajinan batu fosil di Kampung Parigi, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Banten, mampu menembus pasar mancanegara.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Kerajinan batu fosil di Kampung Parigi, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Banten, mampu menembus pasar mancanegara. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Kerajinan batu fosil di Kampung Parigi, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Banten, mampu menembus pasar mancanegara.

Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com pada Sabtu (13/3/2021), lokasi kerajinan batu fosil itu berada di tengah-tengah pemukiman warga.

Baca juga: Hanya 2 Jam, Warga Kaujon Kota Serang ini Ubah Kayu Bekas Jadi Kerajinan Tangan Bertuliskan Arab

Baca juga: Mengintip UKM Kerajinan Tangan Hingga Makanan Lezat di Pinggir Jalan Sudirman Jakarta

Bangunan berbentuk kepala tengkorak manusia berukuran besar menyambut pembeli pada saat akan memasuki kawasan pembuatan batu fosil.

Hamparan batu fosil terlihat berbaris dan menumpuk berada di dekat sisi gerbang.

Sementara itu, di sisi kiri terdapat ukiran kayu bergambar hewan dan terpajang batu fosil berukuran besar.

Saat memasuki kawasan ini benar-benar seperti berada di rumah fosil, karena di setiap sudut dan bentuk dari bagunan terbuat dari batu dan kayu diukir.

Terdapat pula taman dihiasi air mengalir, serasa sedang bermain ke tempat wisata.

Samsul, perajin batu fosil mengatakan, batu fosil didapatkan dari berbagi daerah.

"Mulai dari Lampung, Garut dan Banten sendiri," ujarnya kepada TribunBanten.com, Sabtu(13/3/2021).

Kerajinan batu fosil di Kampung Parigi, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Banten, mampu menembus pasar mancanegara.
Kerajinan batu fosil di Kampung Parigi, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Banten, mampu menembus pasar mancanegara. (TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA)

Untuk jenis batu fosil ini berbeda-beda dari setiap daerah. Menurut dia, batu fosil dari Banten lebih bagus karena memancarkan warna terang.

Sedangkan, untuk batu fosil dari Lampung bentuknya lebih besar dan keras.

Untuk satu pengerjaan batu fosil ini mulai dari membersihkan kulit luar hingga mengamplas dasar kasar dan halus membutuhkan waktu setengah bulan.

"Tergantung dari betuk dan ukuran dari setiap jenis batu fosilnya," ujar pria asal Lampung tersebut.

Untuk jenis batu fosil yang keras lebih mudah mengkilat dan cepat pengerjaannya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved