Mengenal Sanggar Badak, Wadah Seniman asal Banten Berkreasi

Bagi seniman atau penggiat seni di Kota Serang, Banten, anda pasti kenal dengan Sanggar Badak.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Adam (48), anak dari Edi Jubaedi, pendiri Sanggar Badak 

Kemudian diminta oleh pemerintah, untuk membuat sebuah kesenian dengan mengangkat icon Banten.

"Membuat golok, menara masjid agung, badak, dan kesenian-kesenian lainnya yang termasuk kedalam icon Banten," ujarnya.

Karya miliki Edi Jubaedi, selalu di pesan instansi pemerintah.

"Untuk kegiatan kunjungan kerja, menyambut tamu dari luar daerah, acara seminar dan kegiatan pemerintahan lainnya," tuturnya.

Baca juga: Kreatif, Warga Tangsel Ubah Sampah Jadi Karya Seni, Berikut Sederet Karyanya

Ia mengaku bahwa Edi Jubaedi, terkenal di beberapa daerah.

Bahkan hasil karyanya di jual hingga ke luar negeri.

"Dia ikut memamerkan karyanya di acara LSI (Liga Seni Rupa Indonesia) Thailand, Jepang, Malaysia, dan lain-lain," tambahnya.

Edi Jubaedi meninggal dunia pada tahun 1998. Sepeninggal Edi, Sanggar Badak dilanjutkan sebagai usaha pribadi oleh Adam.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved