Breaking News:

UPDATE Aliran Hakekok di Pandeglang: Polisi Hentikan Proses Hukum

Sebanyak 16 orang yang terlibat di kelompok Hakekok Balakasuta di Pandeglang, Banten tidak ditahan.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Tangkapan layar
Pimpinan aliran Hakekok, Arya (baju oranye) dan belasan pengikutnya ikut berdoa saat serah terima dari Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten Pandeglang ke pengasuh Pondok Pesantren Ponpes Roudlotul Ulum, Abuya Muhtadi, di Kecamatan Cidahu, Pandeglang, Senin (15/3/2021). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Sebanyak 16 orang yang terlibat di kelompok Hakekok Balakasuta di Pandeglang, Banten tidak ditahan.

"Hasil kesepakatannya tidak akan kami lanjutkan proses hukumnya," kata Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi, Selasa (16/3/2021)

Keputusan itu diambil setelah pihaknya membuat keputusan bersama dengan tokoh agama dan Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Kabupaten Pandeglang.

Baca juga: FAKTA Aliran Hakekok Sudah Ada Sejak 1980, Eksis di Pandeglang 2018 dengan Nama Blokosuto

Baca juga: Tiga Anak-anak Pengikut Aliran Hakekok akan Diberikan Trauma Healing

Nantinya, ke-16 orang itu akan mendapatkan pembinaan untuk meluruskan kembali ajaran syariat Agama Islam.

Selama pembinaan, kata dia, pihaknya akan melakukan pemantauan.

"Dan untuk selanjutnya maka kelompok ini akan dilakukan pembinaan," kata dia.

Upaya pembinaan, menurut dia, akan dilakukan di rumah singgah yang dikelola oleh Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang.

Nantinya para kelompok tersebut akan diberikan materi agama.

"Setelah kemarin sudah kami pertemukan dengan Abuya Muhtadi di Ponpes nya. Saat ini para warga sedang masa pembinaan dan diawasi MUI dan tokoh agama," ujarnya.

Baca juga: Dibina di Ponpes Abuya Muhtadi, Pengikut Aliran Hakekok di Pandeglang Nangis saat Pertobatan

Baca juga: Pemimpin Aliran Hakekok Kembali Gelar Ritual, Abah A Diduga Ajak Pengikut yang Sudah Taubat

Setelah menjalani pembinaan dan pembekalan agama, dia meyakini masyarakat sekitar akan menerima tanpa ada diskriminasi.

"Nanti MUI yang bisa menjelaskan kepada kita kapan waktunya semua warga ini bisa dihadirkan kembali atau tidak ke tengah masyarat," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved