Breaking News:

Wapres Ma'ruf Amin: Vaksinasi di Bulan Ramadhan Tak Batalkan Puasa

Wakil Presiden Maruf Amin, mengatakan vaksinasi coronavirus disease 2019 (Covid-19) saat bulan Ramadhan tidak akan membatalkan puasa.

Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim
KH Maruf Amin saat menjadi Cawapres nomor urut 02, mengunjungi dan mendoakan Pengasuh Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak KH Atabik Ali. 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin, mengatakan vaksinasi coronavirus disease 2019 (Covid-19) saat bulan Ramadhan tidak akan membatalkan puasa.

Hal ini, karena vaksinasi dilakukan dengan cara disuntik dan tidak masuk melalui lubang yang ada di tubuh.

Adapun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan Fatwa MUI
Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Ber puasa.

Fatwa tersebut menyebutkan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa.

Injeksi intramuskular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

Keputusan itu dibuat pada saat Komisi Fatwa MUI menggelar rapat pleno membahas pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadhan, pada Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Apakah Vaksinasi Covid-19 Dapat Membuat Puasa Batal di Bulan Ramadhan Nanti? Ini Penjelasan MUI

Baca juga: Ada Laporan Kasus Pembekuan Darah, 4 Ini Negara Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

"Satu hal barangkali menjadi pemahaman masyarakat bahwa seperti yang saya pernah katakan, dalam fatwa MUI sudah keluar vaksinasi di bulan Ramadhan tidak membatalkan puasa karena tidak masuk dari lubang yang tersedia," kata Ma'ruf Amin setelah menjalani vaksinasi kedua di rumah dinas Wapres, Menteng, Jakarta Pusat, melalui audio yang diterima dari Setwapres, Rabu (17/3/2021).

Ma'ruf Amin menjelaskan hal yang membatalkan itu harus masuk dari hidung, dari mulut, atau dari telinga atau dari lubang yang lain.

"Karena vaksin itu disuntik bukan dari lubang itu, itu tidak membatalkan puasa," kata dia.

Untuk itu, Ma'ruf mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi COVID-19.

Dia menegaskan menjaga diri dari wabah hukumnya wajib.

"Sekali lagi, saya mengajak masyarakat segera di vaksinasi supaya kita bisa menjaga diri. Saya ulangi bahwa menjaga diri dari pada penyakit, wabah dalam agama itu wajib," tuturnya.

Ma'ruf berharap 70% masyarakat Indonesia segera di vaksinasi. Namun dia tetap mengingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan walaupun telah mengikuti vaksinasi COVID-19.

Dia mengharapkan masyarakat divaksin 70% herd immunity itu bisa tercapai.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved