Wapres Ma'ruf Amin: Vaksinasi di Bulan Ramadhan Tak Batalkan Puasa

Wakil Presiden Maruf Amin, mengatakan vaksinasi coronavirus disease 2019 (Covid-19) saat bulan Ramadhan tidak akan membatalkan puasa.

Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim
KH Maruf Amin saat menjadi Cawapres nomor urut 02, mengunjungi dan mendoakan Pengasuh Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak KH Atabik Ali. 

Adapun kolaborasi yang akan dan sudah dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, adalah kerjasama antarinstansi pemerintah, kementerian/lembaga dan swasta.

"Saya sudah merangkul TNI. Jadi sekarang TNI dan Polri sudah menyuntikkan sendiri ke tenaga mereka, karena mereka ternyata memiliki tenaga kesehatan yang banyak sekali," ujarnya.

Selain kolaborasi, Menteri Kesehatan memanfaatkan teknologi untuk mempercepat dan memudahkan pelaksanaan vaksinasi agar selesai tepat waktu.

Caranya, dengan menggandeng aplikasi untuk menyederhanakan proses administrasi sehingga dapat memperbanyak titik-titik penyelenggaraan vaksinasi, termasuk dalam bentuk drive thru.

Upaya pemberian vaksin itu untuk mencapai Herd Immunity.

Herd immunity merupakan upaya menghentikan laju penyebaran virus dengan cara membiarkan imunitas alami tubuh.

Sehingga, daya tahan atau imunitas diharapkan akan muncul dan virus akan reda dengan sendirinya.

Dalam soal penanggulangan pandemi Covid19 di tanah air, pemerintah berupaya agar herd immunity dapat segera terbentuk melalui vaksinasi yang dilakukan secara masif.

"Tantangannya satu, banyak yang rebutan di seluruh dunia. Banyak negara yang belum dapat, even baru mulai. Kita dibanding negara Asia dan negara maju alhamdulillah bisa mulai," kata dia.

Baca juga: BPOM Umumkan Tunda Distribusi dan Penggunaan Vaksin AstraZeneca, Kenapa? Berikut Penjelasannya

Baca juga: 36 Ribu Warga Sudah Divaksinasi, Kabupaten Tangerang Masuk Zona Kuning Pandemi Covid-19

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini Indonesia telah memiliki 38 juta dosis vaksin Covid-19.

Rinciannya terdiri dari 3 juta dosis vaksin jadi dan 35 juta dalam bentuk bahan baku vaksin atau bulk.

"Hingga kini kita telah memiliki 38 juta dosis vaksin Covid-19. Sebanyak 3 juta dosis vaksin dalam bentuk sudah jadi dan 35 juta dalam bentuk bahan baku vaksin," ujar Jokowi dalam keterangan pers secara virtual lewat YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021) malam.

Kepala negara melanjutkan, pada Maret ini pun Indonesia akan kedatangan sebanyak 4,6 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Sehingga, Jokowi berharap kedatangan ini dapat mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menyebut pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kini terus berjalan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved