Dinas Sosial Kota Serang Ingin Ajak Lansia Wisata Religi Agar Bahagia

Dinas Sosial Kota Serang ingin para lansia bahagia dan merasa bahwa dirinya diperhatikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Dinsos Provinsi Banten
Ilustrasi lansia 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Dinas Sosial Kota Serang menerapkan program pembinaan berupa wisata religi terhadap para orang tua lanjut usia (lansia) di wilayahnya untuk memberikan rasa bahagia secara spiritual.

Di antaranya dengan berziarah ke makam tokoh.

"Berziarah itu kan mengingatkan kita akan kematian dan mendekatkan kita dengan Tuhan," ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Serang, Wiwi Laras Wijayanti di kantornya, di Jalan KH Sulaeman Kelapa Dua, nomor 20, Kota Serang, Banten. Jumat (19/3/2021).

Menurut Wiwi, dengan mengajak para lansia berziarah bisa mengingatkan pentingnya rasa bersyukur atas kesehatan dan panjang umur serta memberi kebahagiaan tersendiri.

  

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Serang, Wiwi Laras Wijayanti di kantornya, di Jalan KH Sulaeman Kelapa Dua, nomor 20, Kota Serang, Banten. Jumat (19/3/2021).
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Serang, Wiwi Laras Wijayanti di kantornya, di Jalan KH Sulaeman Kelapa Dua, nomor 20, Kota Serang, Banten. Jumat (19/3/2021). (Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin)

Dinas Sosial Kota Serang ingin para lansia bahagia dan merasa bahwa dirinya diperhatikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.

"Kebahagiaan itu yang menimbulkan rasa syukur, serta ketaatan kepada Allah. Sehingga membuat semangat dalam beribadah," ujarnya.

Baca juga: Tahun Ini 75 Rumah Tidak Layak Huni di Cipocok Jaya Diperbaiki, Masing-masing Dapat Rp 20 Juta

Baca juga: Komunitas Carenang Ringan Tangan Asal Serang, Kelompok Anak Muda Peduli Lansia

Dinas Sosial Kota Serang mencatat ada 1.622 Lansia di wilayahnya. Mereka terdiri dari 822 laki-laki dan 800 perempuan.

Lansia yang berada dalam terdiri dari dua kategori, yakni lansia terurus dan tidak terurus.

Lansia terurus terdiri dari dua jenis, yakni lansia terurus dengan latar belakang keluarga tidak memiliki kemampuan ekonomi dan lansia terurus tapi berpotensial.

Yaitu lansia yang tidak menimbulkan beban bagi orang lain.

Kantor Dinas Sosial Kota Serang di Jalan KH Sulaeman Kelapa Dua, nomor 20, Kota Serang, Banten. Jumat (19/3/2021).
Kantor Dinas Sosial Kota Serang di Jalan KH Sulaeman Kelapa Dua, nomor 20, Kota Serang, Banten. Jumat (19/3/2021). (Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin)

Adapun lansia tidak terurus atau terlantar yaitu lansia yang tidak memiliki kemampuan ekonomi dan tidak mendapat perhatian maupun perawatan dari keluarganya.

Biasanya lansia ini tidak diberi pakaian, makan dan tempat tinggal oleh keluarga.

Wiwi menjelaskan bahwa yang menjadi masalah terbesar adalah lansia yang terlantar.

"Di mana lansia ini tidak memiliki akses maupun fasilitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," ujarnya.

Baca juga: Dinas Sosial Pandeglang Tetapkan Syarat untuk Adopsi Bayi

Wiwi menyampaikan pihaknya akan menggencarkan program wisata religi ini terhadap seluruh lansia di Kota Serang pada tahun ini. "Sebab, lansia ada yang bisa berjalan, ada yang sulit berjalan, bahkan ada juga yang tidak bisa berjalan," ujarnya.

  

Namun, program wisata religi untuk lansia ini belum bisa berjalan maksimal karena terkendalanya biaya atau anggaran.

Kendati begitu, Dinas Sosial Kota Serang akan berupaya agar dapat merealisasikan program ini dengan bantuan dan dukungan berbagai pihak. 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved