Mengenal Jenis-jenis Sepeda Gunung serta Fungsinya, Serta Tips Merawat Sepeda
Di masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), tren gowes sepeda meningkat. Sepeda gunung merupakan salah satu jenis sepeda yang diminati
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Renald
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana
TRIBINBANTEN.COM, KOTA SERANG - Di masa pandemi cCovid-19, tren gowes sepeda meningkat.
Sepeda gunung atau Mountain Bike (MTB) merupakan salah satu jenis sepeda yang diminati.
Pengelola Toko Sepeda Dwi Tenas di Kota Serang, Ubed, mengatakan ada dua jenis sepeda gunung.
Sepeda gunung itu dibedakan menurut bentuk dan pembuatan rangka.
Berikut jenis sepeda gunung:
1. Sepeda Gunung Softail/Full Suspension
Sesuai namanya, jenis sepeda ini dilengkapi suspensi depan dan belakang pada rangka.
Suspensi berfungsi meredam benturan yang terjadi saat sepeda melompat dan mengurangi efek terpental.
Karena adanya penambahan perangkat suspensi, maka bobot sepeda menjadi lebih berat.
Full suspension kurang cocok untuk jalanan yang cenderung halus.
Biasanya sepeda ini digunakan untuk medan off-road hingga cenderung ke ekstrim, seperti olahraga downhill, cross country, free ride, trail bike, dan dirt jump.
2. Sepeda Gunung Hard Tail
Sepeda gunung hard tail dilengkapi dengan rangka yang dibuat kaku tanpa suspensi belakang.
Pada jenis sepeda ini suspensi maksimal hanya terdapat pada fork/suspensi depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/sepeda-gunung-hardtail.jpg)