Mengenal Jenis-jenis Sepeda Gunung serta Fungsinya, Serta Tips Merawat Sepeda
Di masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), tren gowes sepeda meningkat. Sepeda gunung merupakan salah satu jenis sepeda yang diminati
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Renald
Rangka disambung mati menggunakan las jika terbuat dari logam dan sambungan paten jika terbuat dari karbon.
Hard tail didesain untuk jalan yang tidak terlalu ekstrem, hanya sebatas jalanan berbatu atau rusak tanpa lubang yang dalam serta lompatan yang tinggi.
Sepeda ini juga digemari untuk jalan on-road karena ringan, perawatannya mudah dan lincah untuk dipakai mengebut dan manuver di jalanan.
Beberapa orang memilih hard tail karena desainnya yang simpel.
Agar tidak cepat rusak dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama, sepeda harus dirawat dengan baik dan benar.
“Misal rutin mengecek kondisi ban, apa tekanan angin berkurang atau tidak. Kemudian rajin membersihkannya," ungkap Ubed di Jalan Trip Jamaksari, Kota Serang, Banten.
Berikut tips-tips merawat sepeda
Pertama, mencuci sepeda secara rutin minimal satu minggu sekali atau setelah dipakai.
Sebelum mencuci, lepas semua aksesoris yang melekat di handle bar atau stang.
Apabila sepeda menggunakan rem V brakes maka lepas kabel penghubungnya dengan menekan kedua sisi calipers.
Kemudian balik sepeda sehingga kedua roda berada di atas.
Untuk menghidari lecet pada sadel dan grips beri alas yang empuk.
Gunakan lap basah yang sudah diberi sabun saat membersihkan rantai dan gir. Putar pedal dengan posisi kain lap menempel ke rantai hingga kotoran hilang.
Setelah itu, bersihkan bagian bawah frame seperti, handle bar (stang depan), bagian top tube (frame atas), dan seatways (frame belakang) secara merata.
Selanjutnya bersihkan kedua roda dengan cara melepaskan dari badannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/sepeda-gunung-hardtail.jpg)