Bom Makassar
Toleransi Agama di Lebak Tinggi, Bupati Iti Jayabaya Tak Ingin Teror Terjadi di Wilayahnya
Ia berpendapat pemeluk agama di Lebak menunjukkan toleransi tinggi satu dengan lainnya sehinnga terwujud kebersamaan.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyampaikan empatinya atas serangan bom bunuh diri di Gereja Katedral di Makassar, Sulawesi, Minggu kemarin.
Menurut Iti, tindakan pelaku tersebut menunjukkan intoleransi dan menciderai nilai-nilai persatuan di Indonesia.
"Di Lebak sendiri toleransinya cukup tinggi, jadi kami saling menghargai satu sama yang lainnya," kata iti saat dihubungi, Senin (29/3/2021).
Ia berpendapat pemeluk agama di Lebak menunjukkan toleransi tinggi satu dengan lainnya sehinnga terwujud kebersamaan.
Bahkan menurutnya, semua pemeluk agama di Lebak dapat menjalankan ibadah tanpa rasa takut dan khawatir terjadi aksi terorisme.
Baca juga: Pasca-Bom di Makassar, Pengamanan Kantor Polisi dan Rumah Ibadah di Banten Diperketat
Baca juga: Pasca-Bom Gereja Katedral Makassar, Satu Pria dan Wanita Ditangkap di Kramat Jati, Sempat Berontak
Baca juga: Fakta-fakta Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar: Pelaku Kelompok JAD hingga Gunakan Bom Panci
"Vihara masih tetap melakukan ibadah, gereja juga setiap minggunya tetap beribadah, akan tetapi saat PPKM seperti ini jadwal ibadahnya tetap dibatasi," tegasnya.
Iti optimistis aksi terorisme tidak terjadi di Lebak karena antar-pemeluk agama saling bertoleransi.
Dengan begitu, tidak perlu diturunkan aparat kepolisian saat pelaksanaan ibadah umat beragama.
"Alhamdulilah tidak ada pengawasan yang begitu ketat di Kabupaten Lebak, karena semua sudah kami deteksi sejak dini. Tetapi, kami berharap tidak terjadi sesuatu yang kita inginkan," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri yang dilakukan suami istri di gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021) pagi.
Kedua pelaku dengan sepeda motor itu melakukan aksi bom bunuh diri diduga dari bom panci.
Ledakan tersebut mengakibatkan kedua pelaku tewas dengan tubuh hancur dan 20 orang mengalami luka-luka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/bupati-lebak-iti-octavia-jayabaya-3.jpg)