Breaking News:

Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa pada 12 April 2021, Ini Tiga Tuntutan Utama

Ribuan buruh akan menggelar aksi unjuk rasa menjelang Ramadan 1442 Hijriah atau 2021. Rencananya, aksi buruh itu digelar di 20 provinsi pada 12 April

Warta Kota/Andika Panduwinata
Seorang buruh PT Victory Chingluh, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang memposting foto dan menuai sorotan dari masyarakat. 

TRIBUNBANTEN.COM - Ribuan buruh akan menggelar aksi unjuk rasa menjelang Ramadan 1442 Hijriah atau 2021.

Rencananya, aksi buruh itu digelar di 20 provinsi pada Senin (12/4/2021).

Baca juga: THR 2021, Dinaskertrans Kabupaten Serang: Itu Hak Pekerja, Bagaimana Mekanisme Pemberian?

Baca juga: Puasa Sebentar Lagi, Perusahaan Belum Lunasi THR 2020, Bagaimana Nasibnya? Ini Penjelasan Kemenaker

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, aksinya ada perwakilan yang akan datang ke MK sebagai simbol penolakan Omnibus Law.

"Dan di daerah ada perwakilan yang datang ke kantor Gubernur atau kantor Bupati Wali Kota di daerahnya masing-masing," ujarnya, dalam konferensi pers virtual, Senin (5/4/2021).

Adapun aksi ini akan berlangsung secara serentak di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Riau.

Kemudian, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Gorotntalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku, NTB, hingga DKI Jakarta sebagai tingkat nasional dalam aksi kali ini.

Said mengatakan, aksi nanti akan diikuti puluhan ribu buruh yang berasal dari seribuan perusahaan.
Mereka di antaranya buruh dari industri banking, logistik, tekstil, garmen, sepatu, makanan, minuman, percetakan, penerbitan, media, pariwisata, dan faramasi kesehatan.

Kemudian, industri kimia, energi, pertambangan, semen, elektronik, otomotif, baja, besi, mesin, hingga guru honorer.

Setidaknya ada tiga tuntutan yang wajib dipenuhi pemerintah dan pengusaha dalam aksi ini.

Pertama, mencabut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan.

Kedua, meminta pemerintah dan penguasaha tetap membayarkan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) tahun 2021.

Baca juga: Pekerja dan Buruh Diminta untuk Tidak Lakukan Perjalanan ke Luar Kota Mulai Besok Hingga Akhir Pekan

Baca juga: Perusahaan Bisa PHK Buruh Tanpa Bayar Pesangon Penuh, Ini Penjelasan Pemerintah

"Dan yang ketiga memastikan pemerintah dan pengusaha di seluruh Indonesia untuk membayar THR tahun 2021 secara penuh dan tidak dicicil," ujar Said

Tulisan ini sudah tayang di Kontan.co.id berjudul Massa buruh bakal gelar aksi besar sebelum puasa, apa tuntutannya?

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved