Breaking News:

DPRD Banten

DPRD Banten Dukung Digitalisasi, Kesalahan dan Kebocoran Transaksi Bisa Diminimalisasi

Kami melihat dari sisi pajak, terutama pajak kendaraan roda dua sudah mulai berjalan dengan baik

TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R Sumedi dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Erwin Soeriadimadja di Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) 2021 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banten, Senin (5/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R Sumedi menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan wakil rakyat dalam upaya mengawasi dan memantau perkembangan digitalisasi keuangan daerah.

“Ada dua fungsi DPRD terkait hal ini, yaitu fungsi penganggaran dan pengawasan,” ujar Gembong di Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) 2021 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banten, Senin (5/4/2021).  

Fungsi penganggaran diwujudkan dalam penyertaan transaksi digital pada setiap proses anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pemerintah daerah. 

Baca juga: Digitalisasi Ekonomi: Buka 26 Juta Lapangan Pekerjaan dan Konsumsi Naik 30%, Tapi Ini Risikonya

Gembong mengaku telah mengimbau organisasi perangkat daerah (OPD) dan dinas-dinas penghasil untuk menerapkan serta meningkatkan pemanfaatan transaksi digital pada retribusi dan pajak daerah.

Hal ini bertujuan agar pemasukan daerah yang menjadi pendapatan asli daerah (PAD) lebih terkontrol.

Selain itu, dapat dioptimalkan dengan baik untuk meningkatkan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat daerah.

Baca juga: Bank Indonesia Banten-Pemkot Serang Luncurkan TP2DD, Permudah Layanan bagi Masyarakat dan Pemerintah

“Kami melihat dari sisi pajak, terutama pajak kendaraan roda dua sudah mulai berjalan dengan baik. Transaksi digital retribusi akan terus kami dorong,” kata Gembong.

Dengan adanya digitalisasi, semua kesalahan transaksi bisa diminimalisasi, seperti adanya kebocoran dana dan kecurangan. 

Adapun fungsi pengawasannya, Gembong akan secara aktif memantau progres digitalisasi ekonomi. 

“Insyaallah akan kami kawal terus. Kami juga akan menyediakan sarana dan prasarana jika memang diperlukan untuk menunjang pemasukan PAD,” ucap Gembong. 

Dia optimistis jika digitalisasi ekonomi atau penerapan elektronifikasi transaksi keuangan berjalan efektif, dapat memacu peningkatan pada PAD.

Ada beberapa hal yang harus disiapkan dalam menyambut digitalisasi ekonomi, di antaranya tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang memahami teknologi informasi dan literasi digitalisasi ekonomi. 

Baca juga: Mendorong Semangat Kewirausahaan Santri, Bank Indonesia Banten Gelar Pelatihan Roti Pesantren

“Selain itu, kita juga memerlukan adanya fasilitas big data analisis ekonomi, portal satu data mengenai potensi ekonomi Banten, infrastruktur digitalisasi, dan juga perhatian pada area blind spot atau tak terjangkau sinyal,” kata Gembong. 

Gembong mengungkapkan beberapa strategi Pemprov Banten bersama DPRD dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yakni meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan upaya penanggulangan kemiskinan. 

Penulis: Amanda Putri Kirana
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved