Breaking News:

Bermula dari Grup WhatsApp, Kini Perpapindo Sukses Menjadi Organisasi Tingkat Nasional

Ketua Umum Perpapindo pusat, Tonggo Leo mengatakan seiring berjalanya waktu, grup WhatsApp mereka harus diseriuskan dan memiliki tujuan.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Perkumpulan Pengusaha Musik dan Pembawa Acara (Perpapindo) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Bermula dari sebuah group WhatsApp, kini Perkumpulan Pengusaha Musik dan Pembawa Acara Indonesia (Perpapindo) sukses menjadi organisasi tingkat Nasional.

Ketua Umum Perpapindo pusat, Tonggo Leo mengatakan seiring berjalanya waktu, grup WhatsApp mereka harus diseriuskan dan memiliki tujuan.

"Daripada enggak ada arah dan tujuan, akhirnya tercetuslah sebuah keinginan menunjuk sesosok pemimpin yang bisa membawa kita untuk mencapai sebuah tujuan," ujarnya keada TribunBanten.com saat berada di Horison Ultima Ratu Hotel Jalan K.H. Abdul Hadi No. 66, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Senin (5/4/2021).

Pada bulan Juli 2020, Tonggo Leo kemudian terpilih sebagai ketua umum Perphapindo.

Lalu kemudian dilantik pada 16 Desember 2020 di gedung Sasono TMII.

Baca juga: Boy Band Cilik Asal Serang Ribivan Boyz Tampil Perdana di Pelantikan Perparindo Banten

Baca juga: Genjot Vaksinasi Bagi Pelaku Wisata, Sandiaga Uno Optimis Ekonomi Kreatif Bangkit Tahun Ini

Setelah beriringnya waktu, terciptalah sebuah hubungan kekeluargaan yang terjalin begitu baik, sehingga mebuat Perpapindo ini melebarkan sayapnya hingga ke beberapa wilayah yang berada di Indonesia.

Mulai dari Jakarta, Lampung, Bengkulu, NTB, Bandung, Banten, Medan, Surabaya, Jogja dan Semarang.

Leo membeberkan bahwa visi misi dari Perpapindo yaitu menjadi yang terpilih, terbaik, terpercaya, terdepan dengan pelayanan sepenuh hati dan profesional di bidangnya.

Leo berharap dengan bersinerginya para pengusaha musik bisa mengurangi rasa persaingan yang kurang sehat.

Adapun tagline dari Perphapindo sendiri yaitu satu pintu satu hati,yang artinya jika bekerja dari hati, dengan harapan bisa menghasilkan kinerja yang profesional di bidangnya.

"Dengan profesi yang sama berharap bisa bersinergi, kolaborasi dan bisa mengurangi rasa persaingan yang kurang sehat," ujarnya.

"Kita tetap bersinergi dengan ruanglingkup organisasi, bersinergi meningkatkan kreatifitas, profesionalitas, kualitas dan tentunya produktifitas," sambungnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved