Warga Lebak Geruduk KP3B, Desak Pemprov Banten Perbaikan Jalan Rusak di Cikeusik-Nambo
Warga Kampung Nambo, Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Warga Kampung Nambo, Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kamis (8/1/2026).
Massa aksi berangkat menuju lokasi menggunakan empat mobil losbak sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di KP3B pada pukul 12.30 WIB. Aksi unjuk rasa dimulai sekitar pukul 13.40 WIB.
Aksi tersebut menuntut pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten atas kerusakan jalan Kampung Cikeusik-Nambo-Citawi yang diduga kuat disebabkan oleh aktivitas proyek pembangunan ruas jalan desa Pasirtuhur–Cikeusik.
Proyek tersebut merupakan bagian dari program unggulan Gubernur Banten Andra Soni yang dikenal dengan program Bang Andra.
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Pangkat Kapten TNI AL kepada Lifter Asal Serang Rizki Juniansyah
Massa menilai pembangunan jalan desa itu justru menimbulkan dampak serius bagi masyarakat.
Jalan utama yang selama ini menjadi akses vital warga dilaporkan rusak parah akibat lalu lintas kendaraan berat, terutama mobil pengangkut material beton (jayamik) yang melintas di jalur tersebut.
Warga menyebut kerusakan jalan telah melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya saluran drainase di sisi jalan serta terjadinya longsoran tanah di sejumlah titik.
Dalam aksi tersebut, massa awalnya ditemui oleh Kepala Bidang Bina Marga.
Namun, karena tidak mendapatkan kepastian terkait perbaikan jalan, massa kemudian memasuki area KP3B dan akhirnya ditemui langsung oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan.
Perwakilan masyarakat Kampung Nambo, Nurdin, menegaskan aksi tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap program pembangunan gubernur.
“Kami sekali lagi tidak menolak program Bapak Andra Soni di Desa Cikeusik. Yang kami tolak adalah pembiaran terhadap pengrusakan jalan, saluran air di pinggir jalan yang hancur, serta longsoran tanah akibat beban mobil jayamik yang sampai hari ini tidak kunjung diperbaiki secara tuntas,” ujarnya.
Ia menambahkan kehadiran warga bertujuan untuk menuntut tanggung jawab yang jelas dari pemerintah dan pihak pelaksana proyek.
“Jadi sudah jelas, kami datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban, karena kontraktor tidak memberikan kepastian kepada masyarakat terkait perbaikan, sehingga jalan yang kami tempuh yaitu mengadu langsung kepada Gubernur,” tegas Nurdin.
| Terbatas! Ini Daftar Rumah Sakit dan Puskesmas di Lebak yang Bisa Layani Pasien HIV |
|
|---|
| Kasus HIV di Lebak Capai 32 Orang per April 2026, Terbanyak di Rangkasbitung |
|
|---|
| Perbup Lebak Diabaikan, Parkir Liar Masih Marak di Jalan Raya Multatuli Picu Kemacetan |
|
|---|
| Jelang Seba Baduy 2026, Jaro Oom Beberkan Kesiapan dan Tradisi Sakral Masyarakat Baduy |
|
|---|
| Jalan Menuju Wisata Baduy Diperbaiki, DPUPR Lebak Tangani 3,6 Km Ruas Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Demo-jakan-rusak-jsjsjsjdjdjsy37.jpg)