Breaking News:

MA Bebaskan Pengacara Lucas di Tingkat PK, Sempat Divonis 7 Tahun di Pengadilan Tipikor Jakarta

Pengacara Lucas bebas. Bebasnya Lucas setelah pihak Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK)

WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Terdakwa kasus dugaan perintangan penyidikan kasus korupsi Lucas (tengah) menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (20/3/2019). Pengacara Lucas divonis 7 tahun penjara, denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti bersalah merintangi penyidikan KPK atas kasus dugaan korupsi Eddy Sindoro. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pengacara Lucas bebas.

Bebasnya Lucas setelah pihak Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukannya.

MA menyatakan Lucas tidak terlibat dalam perintangan penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus 'dagang perkara' mantan Presiden Komisaris Lippo Eddy Sindoro.

Duduk sebagai ketua, Majelis Hakim Agung Salman Luthan dengan Anggota Prof. Abdul Latief dan Sofyan Sitompul.

Putusan bernomor register 78 PK/Pid.Sus/2021 itu diketok dengan Panitera Pengganti Istiqomah Berawi pada Rabu (7/4/2021) kemarin.

"Kabul," bunyi putusan yang dilansir laman MA, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Analisa Hakim Kasus Jessica Kopi Sianida Soal Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020

Baca juga: Ahok Doakan Benyamin Davnie 2 Periode Pimpin Tangerang Selatan, Beri Nasihat Jangan Korupsi

Patut diketahui pada 20 Maret 2019, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Lucas.

Hukuman Lucas kemudian dikurangi menjadi 5 tahun penjara di tingkat banding.

Di tingkat kasasi, hukuman Lucas kembali dikurangi 5 tahun penjara menjadi 3 tahun penjara oleh MA.

Kasus yang menjerat Lucas ini berawal saat KPK menangkap Panitera PN Jakpus Edy Nasution pada 2016.

Halaman
12
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved