Virus Corona di Banten

Update Covid-19: Tangerang Selatan Masuk Daftar 10 Daerah Zona Merah, Satu-satunya di Pulau Jawa

Angka positif kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Tangerang Selatan bertambah.

Editor: Glery Lazuardi
freepik
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNBANTEN.COM - Angka positif kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Tangerang Selatan bertambah.

Saat ini, Kota Tangerang Selatan masuk zona merah peta risiko kasus penyebaran dan penularan infeksi Covid-19.

Hal tersebut diketahui melalui laman https://covid19.go.id/peta-risiko yang dipublikasikan Satgas Covid-19 Nasional pada Rabu, 7 April 2021 sekitar pukul 17.20 WIB.

Dalam halaman tersebut, tercatat ada sebanyak 10 wilayah kabupaten atau kota yang termasuk dalam kategori zona merah risiko penularan dan penyebaran kasus infeksi covid-19.

Wilayah tersebut antara lain, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat; Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; Barito Timur, Kota Palangkaraya, Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Selanjutnya Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan; Kota Tangsel, Provinsi Banten serta Badung, Gianyar, Buleleng, Provinsi Bali.

Sementara data tersebut berbeda dengan data yang dipublikasikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten terkait peta sebaran covid-19 di wilayahnya.

Pasalnya, wilayah Kota Tangsel terkategori sebagai zona oranye peta risiko covid-19 yang diunggah Dinkes Provinsi Banten pada 6 April 2021 kemarin.

Dari data tersebut berdasarkan catatan kasus infrksi covid-19 yang terjadi di wilayah Kota Tangsel sebanyak 10.150 kasus dengan rincian 9.247 sembuh, 531 dirawat, dan 372 meninggal dunia.

65 Orang Sembuh

Sebanyak 65 orang dipulangkan dari Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan (RLC Kota Tangsel) pada Senin (5/4/2021) pagi.

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany turut melepas kepulangan para penyintas covid-19 tersebut.

Menurutnya, dari 65 orang yang dipulangkan terdapat 61 pegawai dan anak disabilitas dari Yayasan Sayap Ibu Penyantunan dan Rehabilitasi Anak Disabilitas.

"Alhamdulillah hari ini ada 61 anak-anak dari Yayasan Sayap Ibu bersama dengan seluruh pengasuhnya, dan empat dari masyarakat. Jadi totalnya ada 65 yang sudah negatif dan sekarang bisa pulang kembali dan bisa bersama dengan keluarga dan lainnya," kata Airin saat ditemui di RLC Kota Tangsel, Serpong, Senin (5/4/2021).

Airin menuturkan, para penghuni yayasan anak disabilitas tersebut terdeteksi terpapar virus corona saat dilakukan penulusuran kasus.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved