Istana Beberkan Jokowi Reshuffle Kabinet Pekan Ini, Berikut Daftar Menteri Layak Direshuffle

Nama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly muncul sebagai menteri yang dianggap paling layak di-reshuffle.

Editor: Abdul Qodir
Kompas.com/Ihsanuddin
Presiden Joko Widodo melantik 17 duta besar RI untuk negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/2/2018). 

TIBUNBANTEN.COM - Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyatakan Presiden Joko Widodo akan melakukan perombakan atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Setelah mengikuti kebiasaan Presiden Jokowi terkait reshuffle kabinet, Ngabalin meyakini reshuffle kabinet kali ini akan dilakukan secara cepat.

"Dari biasanya, saya tahu dan beberapa kali saya ikuti Bapak Presiden tidak akan lambat mengambil keputusan."

"Dan beliau tidak memiliki ketergantungan dengan siapapun untuk mengambil satu keputusan yang tepat," kata Ngabalin, dalam tayangan Kompas TV, Selasa (13/4/2021).

Presiden Jokowi dan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.
Presiden Jokowi dan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin. (Tribun Timur)

Ngabalin pun membocorkan, reshuffle kabinet kali ini akan dilakukan dalam waktu dekat, tepatnya pada pekan ini.

"Dan tinggal kita tunggu waktunya dalam pekan ini," ungkapnya.

Baca juga: Jokowi Sudah Bertemu dengan KH Maruf Amin Bahas Reshuffle Kabinet, Siapa Terdepak?

Baca juga: Jokowi Jadikan Tanggalan Jawa untuk Aktivitas Kenegaraan, Reshuffle pada Rabu Pon, Hari Baik?

Kabar reshuffle kabuinet Jokowi menyeruak setelah DPR RI menyetujui peleburan atau penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek, dan pembentukan Kementerian Investasi.

Selain itu, Juru Bicara Wapres Ma'ruf, Masduki Baidlowi telah menyatakan Wakil Presiden Ma'ruf Amin sudah diajak diskusi Presiden Jokowi terkait isu reshuffle kabinet tersebut.

"Tentu Wapres sudah rembukan, diajak rembukan oleh presiden," kata Juru Bicara Wapres Ma'ruf, Masduki Baidlowi, dalam konfrensi pers secara daring, Senin (12/4/2021). 

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin gelar rapat terbatas di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (30/10/2019)
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin gelar rapat terbatas di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (30/10/2019) (Twitter Sekretariat Kabinet @Setkabgoid)

Soal pembentukan kementerian baru, Masduki menyebut hal itu diperlukan untuk kepentingan di masa depan.

"Saya kira memang investasi itu penting ke depan. Tapi pembicaraan (masih) jauh, tidak bisa dibicarakan saat ini karena belum final, masih proses diselesaikan," sambung Masduki.

Baca juga: Jokowi Depak Anies Baswedan di Rabu Pon saat Reshuffle Kabinet, Besok Lantik Listyo Jadi Kapolri

Baca juga: Dua Menteri Terjerat Kasus Korupsi, Kondisi Kabinet Pincang, Seknas Harap Presiden Segera Reshuffle

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dikabarkan sudah berdiskusi mengenai isu reshuffle kabinet Indonesia Maju.

Kendati demikian, soal reshuffle, Masduki mengaku belum memperoleh kabar terkini.

Terlebih mengenai kepastian diselenggarakannya reshuffle kabinet ini.

"Nanti akan ada pembicaraan spesifik antara presiden dan wapres dan kalau semuanya clear baru dibicarakan," lanjutnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved