Wisata Religi Pandeglang: Melihat Jejak Batu Quran & Makam Keramat Syekh Maulana yang Penuh Misteri
Kabupaten Pandeglang, merupakan salah satu Kota/Kabupaten di Banten yang menjadi tempat tujuan wisata religi.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN.COM - Kabupaten Pandeglang, merupakan salah satu Kota/Kabupaten di Banten yang menjadi tempat tujuan wisata religi.
Di Kabupaten Pandeglang terdapat tempat wisata Batu Quran.
Tempat wisata Batu Quran itu berada di Kaki Gunung Karang, Desa Kadubumbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Tempat wisata Batu Quran merupakan tempat yang bersejarah bagi perjalanan dan penyebaran di Banten.
Baca juga: Destinasi Wisata Sejarah di Kota Serang: Keraton Kaibon Peninggalan Kesultanan Banten ke-21
Baca juga: Taman Mahkota Baru, Wisata Murah Meriah Cocok Untuk Ngabuburit Menunggu Waktu Berbuka
Berdasarkan pemantauan Tribunbanten.com, terlihat bangunan tua yang hampir menyerupai masjid.
Bangunan tua itu dikelilingi pohon jati dan kolam yang sangat jernih airnya.
Lokasi itu berkaitan erat dengan Syekh Maulana Mansyur, ulama terkenal di Banten pada abad ke 15.
Aan Supriatman, pengelola tempat wisata, mengatakan tempat wisata ini sempat dikunjungi Syekh Maulana Mansyur sebelum pergi beribadah ke Tanah Suci Mekkah.
Selama berabad-abad, jejak kaki Syekh Maulana Mansyur masih terdapat di sana.

"Jadi sepulangnya dari perjalanan ke Tanah Suci Mekkah secara tiba-tiba muncul air yang berasal dari tanah dan pada saat itu tidak pernah berhenti airnya (mengalir,-red)" katanya saat ditemui, Selasa (13/4/2021).
Baca juga: Wisata Religi di Banten: Menyusuri Situs Banten Girang & Ziarah ke Makbaroh Ki Jong Mas dan Agus Ju
Baca juga: Bupati Pandeglang Colek Sandiaga Uno Minta Tanjung Lesung Masuk 10 Destinasi Wisata Prioritas
Warga sekitar menganggap air itu adalah air zamzam.
Syekh Maulana Mansyur sempat menunaikan ibadah salat dua rakaat di bagian air yang terus keluar dari bawah tanah tersebut.
Dan pada saat itu, beliau menerima petunjuk ilahi dari Allah SWT untuk menutup air menggunakan sebuah Al-Quran.
Setelah itu, air berhenti, lalu, mengubah Al-Quran menjadi batu.
"Memang kalau kita lihat secara mata tidak ada bentukan Al-Quran di sana. Akan tetapi dengan kepercayaan Al-Quran baik secara tulisan maka kita dapat melihatnya," ujarnya.
Untuk dapat melihat Al-Quran yang berubah menjadi batu itu, kata dia, seseorang perlu melakukan ritual keagamaan.
Seperti, Salat, Puasa dan berdzikir kepada Allah SWT.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Batu Quran mengungkapkan air di kolam itu tidak pernah kering meskipun sedang musim kemarau.
Baca juga: Cerita Warga Berwisata Religi di Banten, Satu Hari Kunjungi Tiga Lokasi
Baca juga: Minat Wisata Religi di Banten Meningkat Jelang Ramadan, Warga Padati Makam Syeikh Jamaludin
Masyarakat mempercayai air itu bermafaat.
"Banyak khasiatnya mulai dari menyegarkan tubuh dan menyehatkan badan, juga dapat menghilangkan penyakit yang ada di badan kita," jelasnya.
Bagi anda yang tertarik untuk berwisata, anda cukup membayar Rp 10 ribu.
Pada umumnya, wisatawan datang ke tempat wisata itu pada hari libur.

Mereka datang untuk berdoa dan merasakan air di kolam tersebut.
Untuk diketahui, Syekh Maulana Mansyuruddin, adalah putra dari Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa.
Syekh Maulana Mansyuruddin merupakan salah satu ulama yang menyebarkan Islam di Banten Selatan.
Dia memiliki kecerdasan dan kesaktian.