Breaking News:

Ramadan Berkah

Simak! Harta Benda yang Wajib Dizakati Beserta Cara Menghitungnya, Berikut Penjelasan Lengkap

Berikut ini penjelasan terkait harta wajib yang dikeluarkan selama bulan Ramadan.

tokopedia.com
ILUSTRASI Zakat Fitrah - Doa Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Serta Besaran Zakat Fitrah dan Tata Caranya 

TRIBUNBANTEN.COM - Berikut ini penjelasan terkait harta wajib yang dikeluarkan selama bulan Ramadan.

Melansir TribunnewsBogor.com, Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah SWT telah mewajibkan kepada kalian berpauasa di dalamnya, di bulan itu pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu neraka akan ditutup, di bulan itu setan-setan akan diikat, di bulan itu ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa terhalang mendapatkan kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang." (HR. An-Nasai)

Mengutip Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim jika mencapai syarat yang ditetapkan.

Baca juga: Berapa Besaran Zakat Fitrah Ramadan 2021 Baznas Banten? Bayar Mudah, Bisa Transfer Lewat 8 Aplikasi

Baca juga: Bolehkah Sikat Sigi saat Puasa Ramadan 2021? Penjelasan Hukum Sikat Gigi & Berkumur saat Berwudu

Zakat juga sebagai salah satu rukun Islam. Zakat ditunaikan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya.

Secara setimologi, zakat berarti suci, baik, berkah, tumbuh dan berkembang.

Nah, betapa pentingnya zakat untuk investasi pahala kita, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka konsultasi zakat.

Lantas, apa saja harta benda yang wajib dizakati dan bagaimana cara menghitungnya?

Dalam banyak dalil baik Al-Quran maupun sunnah telah ditentukan beberapa jenis harta wajib zakat, seperti zakat emas dan perak, zakat hewan ternak, zakat perdagangan, zakat hasil pertanian, dan zakat hasil tambang.

Hal ini menyesuaikan dengan karakteristik usaha pada zaman itu yang banyak bergerak dibidang pertanian, peternakan, dan perdagangan.

I.Zakat Emas dan Perak

Kado mirip emas batangan yang ternyata kaldu ayam, diterima oleh Junariah Ab Rahman dari suaminya di Malaysia.

Dalil diperintahkannya zakat atas emas dan perak terdapat dalam Al-Quran surat At-Taubah:34.

Syariat Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang potensial.

Selain berfungsi sebagai perhiasan yang indah, emas juga berfungsi sebagai alat tukar dari masa ke masa. Dalam fikih, emas merupakan nilai (ats-tsaman).

Nilai harta diukur standar emas dan perak karena sifat emas sebagai harta sangat jelas, bahkan disebut an-naqdain dan ats-tsamanain mata uang yang merupakan alat ukur dan standar nilai.

Berdasarkan ‘illat tersebut, ketentuan hukum zakat emas dan perak berlaku untuk dua barang berikut:

1. Setiap uang yang menjadi alat tukar, termasuk uang kertas.

2. Emas dan perak karena kedua barnag tersebut bisa dijadikan modal investasi.

II.Zakat Perdagangan

Zakat perdagangan adalah zakat yang dikeluarkan dari aset dagang yang diperjual-belikan untuk tujuan mendapatkan keuntungan. Landasan syar’i diwajibkannya zakat perdagangan terdapat dalam surat Al-Baqarah: 267.

Zakat perdagangan mencakup seluruh aktivitas pemanfaatan dan investasi harta secara ekonomis dengan tujuan untuk memperoleh pemasukan atau laba, apapun jenis aktivitas tersebut dan bagaimanapun cara memperolehnya. Zakat ini termasuk termasuk aktivitas perdagangan, aktivitas jasa, dan aktivitas industri.

III.Zakat Peternakan

Zakat peternakan adalah zakat pada hewan ternak dan seluruh pemanfaatannya yang meliputi hewan ternak, hewan lain dan produk hewan ternak.

1)Zakat hewan ternak

Para ulama sepakat akan kewajiban zakat untuk jenis hewan ternak yaitu unta, sapi, kerbau, domba dan kambing, sedangkan pada hewan ternak yang lain masih berbeda pendapat.

Namun dapat disimpulkan bahwa cakupan hewan ternak yang wajib dizakati adalah semua jenis hewan ternak yang dipelihara sebagai kekayaan dan ia mengambil manfaat dari hasilnya dan dari apa-apa yang keluar darinya untuk menambah kekayaan.

Hewan ternak yang diproduktifkan termasuk dalam zakat maal

Syarat Pengenaan Zakat Maal, yakni :

1. Sumber memperoleh harta merupakan hasil usaha yang tidak dilarang oleh agama seperti memperoleh dengan cara korupsi dll

2.ketika seorang muslim sudah baligh

3.ketika seorang lepas merdeka dan bukan sebagai budak

4. Penetapan nisab dalam bentuk simulasi untuk masing-masing jenis harta yang dikenakan zakat misal:

1. Emas nisab 85 gram.

Seorang pemilik emas seberat 200 gram, tidak dipakai, dan usia kepemilikannya sudah satu tahun. Maka wajib membayar zakat. Simulasi Jika harga emas senilai Rp 800.000, maka perhitungannya (200 gram x 2,5%) x Rp 800.000 = 5 gram x Rp 800.000 = Rp 4.000.000. Zakat emas yang harus dibayarkan menjadi sebesar Rp 4.000.000.

2. Perak

Nisab perak sebesar 200 Dirham, atau seberat 595 gram. Contoh simulasi

perak seberat 1.000 gram, dan telah dimiliki selama satu tahun. Misal harga 1 gram perak sebesar Rp 10.000, maka perhitungan zakat peraknya adalah (1000 gram x 2,5 %) x 10.000 = 25 x 10.000 = Rp 250.000. Jadi, Zakat perak yang perlu dibayarkan adalah Rp 250.000.

Baca juga: Doa Buka Puasa Dilengkapi Arti, Beserta Hikmah Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan

3. Ternak Sapi

Nisab sapi adalah minimal 30 ekor. Jika sapi yang dimiliki berjumlah di bawah 30 ekor, maka tidak wajib dizakatkan. Dibawah ini rentang nisab sapi dan pengenaan zakatnya

Cara menghitung zakat sapi:

# Sapi 30-39 ekor, maka wajib membayar zakat sebesar satu ekor sapi jantan atau betina tabi’ (umur 1 tahun memasuki 2 tahun).

# Sapi 40-59 ekor, maka wajib membayar zakat sebesar satu ekor sapi jantan atau betina musinnah’ (umur 2 tahun memasuki 3 tahun).

# Untuk perhitungan selanjutnya, apabila sapi yang dimiliki bertambah kelipatan 30 ekor, maka zakatnya bertambah satu ekor sapi jantan atau betina tabi’. Jika jumlahnya bertambah kelipatan 40 ekor, maka zakatnya bertambah 1 ekor musinnah’.

4. Ternak kambing

Seseorang memiliki peternakan kambing selama satu tahun, dan telah mencapai nisab. Nisab kambing adalah 40 ekor. Jika jumlah kambing yang dimiliki di bawah 40 ekor, maka tidak wajib untuk membayar zakat. Contoh simulasi perhitungan:

Cara menghitung zakat kambing:

# Kambing 40-120 ekor, wajib membayar zakat sebesar 1 ekor kambing usia 2 tahun, atau satu ekor domba usia 1 tahun.

# Kambing 121-200 ekor, wajib membayar zakat sebesar 2 ekor kambing atau domba.

# Kambing 301-400 ekor, wajib membayar zakat sebesar 4 ekor kambing atau domba.

# Kambing 401-500 ekor, wajib membayar zakat sebesar 5 ekor kambing atau domba.

Untuk perhitungan selanjutnya, jika jumlah kambing bertambah setiap kelipatan 100 ekor, maka zakatnya bertambah satu ekor kambing atau domba.

Baca juga: Bolehkan Keramas di Siang Hari Saat Puasa Ramadan? Begini Penjelasan dan Dalilnya

Baca juga: Jadwal Lengkap Imsakiyah, Salat, dan Buka Puasa Hari ini Kamis 15 April 2021 untuk Wilayah Serang

2)Zakat Hewan lain

Yang dimaksud hewan lain adalah hewan ternak yang dipelihara atau dibeli untuk diperdagangkan dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Sehingga cakupan hewan lain mencakup seluruh hewan ternak tanpa terkecuali, seperti kuda, ayam, burung, dll. baik yang diperdagangkan langsung atau dibeli saat masih kecil untuk dijadikan gemuk lalu dijual.

3)Zakat Produk pangan asal hewan

Zakat produk pangan asal hewan ternak adalah seluruh produk dari hewan ternak yang diperjualbelikan seperti susu dan turunannya, bulu, telur, madu lebah dan sutra. Adapun jika hanya dimanfaatkan untuk pribadi maka tidak ada zakat.

IV.Zakat Pertanian

Zakat pertanian adalah zakat terhadap hasil bumi berupa buah-buahan dan hasil pertanian. Para fuqaha berbeda pendapat terkait jenis hasil pertanian yang wajib dizakati.

Jumhur ulama sepakat akan kewajiban zakat terhadap empat jenis hasil pertanian yaitu gandum, sya’ir, kurma, dan kismis.

Sedangkan jenis makanan lain yang memiliki illat yang sama yaitu makanan pokok, yang disimpan, dan ditimbang, seperti beras maka zakatnya diqiyaskan dengan zakat empat jenis hasil pertanian tersebut.

Sementara mazhab Hanafiyah berpendapat bahwa semua jenis hasil pertanian wajib untuk dizakati.

Dr. Yusuf Qardhawi lebih cenderung pada pendapat Imam Abu Hanifah yang menyatakan bahwa objek zakat pertanian adalah seluruh hasil pertanian, tidak terbatas pada komoditas pertanian tertentu.

V.Zakat Rikaz

Rikaz berasal dari kata rakaza-yarkazu yaitu tersembunyi.

Rikaz adalah emas atau perak yang ditanam oleh bangsa jahiliyah (sebelum Islam) apabila kita menemukan emas atau perak yang ditanam jahiliyah atau mungkin jika kita menemukan barang berharga selain emas atau perak dari tengah laut misalnya, maka itu harus dikeluarkan zakatnya tidak menunggu haul (saat itu juga) sebanyak 1/5.

Hal ini sesuai dengan hadits yang artinya:

“Dari Abi Hurairah r.a. Sesungguhnya Nabi SAW bersabda dan pada harta terpendam zakatnya seperlima.” (HR. Al-Jama’ah)

VI.Zakat Pertambangan

Zakat pertambangan adalah zakat atas hasil tambang yang berharga yang diambil dari perut bumi. Hasil tambang wajib dizakati berdasarkan firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah: 267

Para ulama berbeda pendapat terkait jenis hasil tambang yang wajib dizakati.

Mazhab Syafi’i membatasi hanya pada hasil tambang emas dan perak, mazhab Abu Hanifah menjelaskan pada hasil tambang yang dapat dibentuk melalui proses pabrik, sedang mazhab Hanabilah menjelaskan bahwa seluruh hasil tambang tanpa terkecuali wajib dizakati.

Menurut Yusuf Qardhawi, pendapat mazhab Hanabilah lebih rajih.

VII.Zakat Deposito

Zakat uang mencakup uang kas dan simpanan yang dimiliki pada bank baik yang berbentuk giro, tabungan, dan deposito. Kewajiban zakat uang mengaju pada zakat emas dan perak, dimana zaman dahulu emas dan perak sebagai mata uang.

Kewajiban zakat atas uang simpanan sebagaimana hadits Rasulullah SAW “Tiadalah bagi pemilik simpanan (termasuk emas/tabungan) yang tidak menunaikan zakatnya, kecuali dibakar diatasnya di neraka jahanam” (HR. Bukhari).

VIII.Zakat Pendapatan dan Jasa

Zakat penghasilan atau dikenal dengan zakat pendapatan dan jasa adalah zakat yang dikeluarkan dari pendapatan seseorang pekerja atau profesi tertentu, seperti karyawan, dokter, konsultan, dll. Kewajiban zakat penghasilan mengacu pada keumuman dalil diwajibkannya zakat, seperti dalam surat Al-Baqarah (2:267).

Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa No. 3 Tahun 2003 terkait zakat penghasilan. Fatwa tersebut menjelaskan bahwa semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nisab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram dengan kadar 2.5%.

Baca juga: Keramas Siang Hari Saat Puasa Ramadhan Makruh ? Simak Penjelasan Lengkap Hadistnya

IX.Zakat Perusahaan

Zakat perusahaan merupakan zakat yang dikeluarkan oleh suatu badan usaha bukan pribadi.

Perusahaan merupakan kumpulan dari beberapa pihak yang bekerjasama dalam suatu usaha tertentu dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Dalam Islam, perusahaan memiliki kesamaan dengan konsep syirkah.

Perusahaan dalam pandangan syariat dianggap pribadi (syakhsiyah I’tibariyyah) yang memiliki kewajiban zakat.

Tata Cara Zakat Pendapatan dan Jasa

Mari kita ilustrasikan menghitung zakat pendapatan dan jasa ke dalam perhitungan gaji.

Diketahui harga 1 gram emas adalah Rp800.000,00.

Maka, 85 gram emas setara dengan Rp77.860.000,00. Untuk mengetahui apakah pendapatan dari gaji bulanan kita wajib zakat, maka kita bagi Rp77.860.000,00 (85 gram emas) dengan 12 bulan (total 1 haul).

●77.860.000,00/12 = 6.488.333,00

Jika gaji bulanan kita mencapai Rp6.488.333,00 per bulan, maka kita wajib membayar zakat 2.5%. Zakat yang waijib dikeluarkan dapat dihitung dengan cara berikut:

●0.025 X 6.488.333,00 = 162.208

Maka, zakat yang harus dikeluarkan adalah Rp162,208.00. Artinya, pendapatan per bulan mulai dan lebih dari Rp6.488.333,00 wajib dikeluarkan zakat. Dalam konteks pendapatan Rp6.488.333,00 berarti zakat yang wajib dikeluarkan sebesar Rp162.208,00.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Bulan Ramadhan, Ini Harta Benda yang Wajib Dizakati dan Cara Menghitungnya, https://bogor.tribunnews.com/2021/04/15/bulan-ramadhan-ini-harta-benda-yang-wajib-dizakati-dan-cara-menghitungnya?page=all

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved