Breaking News:

Gara-gara Saling Ejek, 2 Kelompok Remaja Bentrok Pakai Sarung Diisi Batu di Rangkasbitung Lebak

Mereka saling serang menggunakan sarung yang diisi benda-benda tumpul, seperti batu.

Istimewa via Tribunnews
Ilustrasi Tawuran 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dua kelompok remaja saling serang menggunakan sarung di Jembatan Dua Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Sabtu (17/4/2021) subuh.

Saling serang itu sebagian di antaranya melibatkan anak di bawah umur.

Mereka saling serang menggunakan sarung yang diisi benda-benda tumpul, seperti batu.

Baca juga: Remaja Perang Sarung Viral di Medsos, Puluhan Remaja Ciwandan Cilegon Digelandang Polisi

"Ada dua informasi yang kami dapat, satu di Jembatan Dua dan satu di Salahaur. Iya di ujung sarungnya itu diisi batu lalu diputar-putar begitu," ujar Kanit Reskrim Polsek Rangkasbitung, Ipda Alfian Hazali saat dihubungi, Sabtu.

Menurutnya, aksi saling serang tersebut terjadi karena saling ejek antar kelompok pemuda tersebut.

"Mulanya dari nongkrong-nongkrong lalu saling mengejek dan nantang. Ini bukan yang pertama, dua hari kemarin juga ada laporan dan bisa dibubarkan," katanya.

Setidaknya, terdapat empat anak-anak yang masih di bawah umur yang terlibat dalam aksi tersebut dan dibawa ke Mapolsek Rangkasbitung.

Baca juga: Viral Video Buaya Pakai Sarung Gegerkan Warga Desa Kolaka, Dielus Tak Memberontak

Aparat kepolisian pun langsung menghubungi orang tua untuk dimintai surat pernyataan agar anaknya tidak membuat perbuatan yang sama.

Pasca-kejadian tersebut, polisi lebih intens melakukan patroli setiap setelah Salat Tarawih dan menjelang sahur di titik-titik lokasi yang berpotensi terjadinya perang sarung.

Baca juga: Viral Ibu Ditandu dengan Sarung Usai Melahirkan di Jalan Rusak, DPRD Soroti Kinerja Pemkab Lebak 

"Kami minta peran serta masyarakat untuk segera melapor jika ada potensi hal itu akan terjadi," ucap Alfian.

Dia meminta orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak melakukan perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain serta mengganggu kamtibmas terutama di bulan Ramadan.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved