Kakek yang Ditebas Kepalanya Oleh Anak Karena Diduga Mengusir Kucing Akhirnya Meninggal Dunia

Seorang kakek yang ditebas kepalanya oleh anaknya kandungnya akhirnya meninggal dunia.

Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
TRIBUN MEDAN/HO
Abdullah Chaniago, ayah yang dibacok anaknya meninggal dunia, Senin (19/4/2021) sore. 

TRIBUNBANTEN.COM - Seorang kakek yang ditebas kepalanya oleh anaknya kandungnya akhirnya meninggal dunia.

Korban bernama Abdullah Chaniago (80), warga Jalan Rahayu, Gang Pancasila, Dusun IV, Desa Dalu XA, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang meninggal karena mengalami luka parah di kepala.

Sebelumnya, Abdullah sempat dirawat di RSUD Deliserdang setelah dibacok oleh sang anak, Amran (40) pada Minggu (18/4/2021).

"Kami mendapat informasi bahwa korban meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol M Firdaus, Senin (19/4/2021) sore dikutip dari Tribun-Medan.

Firdaus mengatakan, jenazah korban dalam proses pengurusan untuk dibawa ke rumah duka di Jalan Rahayu, Gang Pancasila, Dusun IV, Desa Dalu XA, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

"Untuk pelakunya sudah kami amankan ya," kata M Firdaus.

Baca juga: Jadi Imam Salat Magrib, Sophian Meninggal Dunia saat Sujud, Salat Tarawih Pertama Tak Terlaksana

Baca juga: Lia Eden Meninggal Dunia, Profil dan Jejak Kontroversialnya Sebagai Pemimpin Sekte Kerajaan Tuhan

Sementara itu, warga mengatakan bahwa Amran memiliki tempramen yang tidak stabil.

"Dia bertiga di rumah, bersama ibu dan ayahnya. Yang selalu ribet ini ibunya, karena harus menyediakan rokok. Kalau enggak ada rokok tempramen dia," ujar Suryadin Bosar Nasution warga sekitar rumah pelaku.

Saat disinggung apakah pelaku pernah berbuat kasar kepada orang tuanya, Suryadin menjelaskan pelaku tidak pernah berbuat kasar.

Dibacok Diduga Karena Kucing

Dari keterangan lainnya, warga menyebut ada 2 versi penyebab Amran marah dan tega menebas sang ayah.

"Anak ini ada gangguan jiwanya. Ada satu hewan yang dia sayangi yaitu kucing itu. Apabila kucing itu diganggu, jangankan orang lain, ayahnya saja kejadian seperti ini," kata Suryadin Bosar Nasution masih dikutip dari Tribun Medan.

Dia mengatakan, dirinya sangat mengenal keluarga Amran, sehingga tahu betul bagaimana sosok pelaku ini.

Amran, lelaki yang tega membacok ayahnya hinga kritis kini diamankan Polresta Deliserdang.
Amran, lelaki yang tega membacok ayahnya hinga kritis kini diamankan Polresta Deliserdang. (TRIBUN MEDAN/HO)

"Saya tahu benar keluarganya, Amran ini ada dua versi faktor kemarahan dia. Yang pertama rokok, yang kedua kucing. Kalau enggak dikasih rokok udah ngamuk lah dia itu. Makanya saya terkejut terjadi juga kejadian seperti ini," katanya.

Dipukuli Warga dan Dilempar Batu

Paska kejadian pembacokan, warga langsung membantu mengevakuas korban dan mengamankan pelaku.

Warga yang geram sempat memukuli pelaku dan melempar batu ke arah pelaku hingga terluka di bagian kepala.

Pelaku pun juga dibawa ke RSUD Deliserdang.

Baca juga: VIRAL Pria Asal Humbahas Rela Tinggalkan Jasad Ayahnya Demi Tes Masuk Calon Polisi, Begini Ceritanya

Baca juga: Pria Terlantar di Pelabuhan Merak Selama 10 Hari, Ternyata Anggota Polri, Begini Ceritanya

menurut keterangan dari kepala dusun setempat, Amran sudah lama mengalami gangguan jiwa, dan pernah dibawa ke rumah sakit jiwa.

"Pernah dulu dibawa ke rumah sakit jiwa. Tapi saya lupa pada tahun berapa," ucap Kadus, Warsito.

Lanjut Warsito, saat ini pelaku Amran dibawa ke RSUD Deliserdang karena mengalami luka-luka dikepala akibat lemparan batu dan pukulan dari massa.

Begitu juga dengan ayah pelaku yang menjadi korban Abdullah Chaniago dalam perawatan di RSUD Deliserdang mengalami luka bacok dikepala.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Muhammad Firdaus, menyebutkan jika pelaku sudah diamankan di Polresta Deliserdang.

“Memang ada informasi awal jika pelaku mengalami gangguan jiwa, tapi untuk memastikannya kita harus memeriksa keluarganya apakah memang pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak. Soal motifnya masih didalami,” sebutnya.

Kronologi Pembacokan

Menurut warga, Zulfikar peristiwa pembacokan itu terjadi pada Minggu (18/4/2021) sekira pukul 19.00 WIB setelah berbuka puasa.

"Kejadiannya setelah selesai berbuka puasa. Waktu itu kami dengar ada suara jeritan minta tolong," kata Zulkifli warga sekitar, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Oknum TNI Bunuh Guru Honorer Karena Sering Ditanya Kapan Nikah, Dipecat dan Diancam Hukuman Mati

Baca juga: Remaja 17 Tahun di Bukittinggi Tewas Dikeroyok Pacar Mantan kekasihnya

Mendengar jeritan itu, Zulkifli dan keluarganya lari ke arah rumah korban.

Ketika dicek, rupanya korban sudah bersimbah darah di kepalanya.

Korban terlihat masih tersadar dan terduduk di lantai sambil memegangi kepalanya yang robek.

"Kondisi bagian kepalanya menganga akibat terkena bacokan, dan si ayahnya sudah tergeletak di dalam rumah," kata Zulkifli.

Dugaan sementara, Amran nekat membacok ayahnya karena tak terima kucingnya dipukul.

Zulkifli yang melihat korban sudah tak berdaya kemudian meminta pertolongan warga lainnya, lalu membawa korban ke rumah sakit.

"Korban dibawa warga ke klinik Hamidah. Cuma waktu itu warga minta rujukan agar bisa dibawa ke Rumah Sakit Grand Med," tambahnya.

Warga pun telah mengamankan Amran untuk diserahkan ke pihak Polsekta Tanjungmorawa.

Petugas pun langsung membawa pelaku ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Abdullah Chaniago, pria berusia 80 tahun dibacok anaknya hingga kritis, Minggu (18/4/2021) malam. Dugaan sementara penyebabnya karena masalah sepele.(HO)
Abdullah Chaniago, pria berusia 80 tahun dibacok anaknya hingga kritis, Minggu (18/4/2021) malam. Dugaan sementara penyebabnya karena masalah sepele.(HO) (TRIBUN MEDAN/HO)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Innalillahi, Ayah yang Dibacok Anaknya Meninggal Dunia Setelah Terluka Parah dan Si Malin Kundang yang Bacok Ayahnya Ternyata Dikenal Warga Mengidap Gangguan Jiwa

Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved