Pidato Perpisahan Airin Rachmi Diany Usai Satu Dekade Jabat Wali Kota Tangsel
Sadar tak ada gading yang tak retak, Airin juga meminta maaf atas segala kebijakan dan keputusannya yang dianggap salah atau merugikan warga Tangsel.
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Masa jabatan Airin Rachmi Diany sebagai Wali Kota Tangerang Selatan berakhir terhitung Selasa, 20 April 2021 kemarin.
Satu dekade sudah Airin memimpin pembangunan Tangsel bersama wakilnya, Benyamin Davnie.
Finalis Putri Indonesia 1996 itu merupakan sosok pemimpin pertama definitif Tangsel yang terpilih melalui Pilkada.
Gaya kepemimpinan Airin sepertinya begitu membekas di benak warganya.
Sampai-sampai, Airin kembali terpilih pada Pilkada selanjutnya, tahun 2015.
Gayanya yang santun, dan takzim terhadap orang tua kala turun ke masyarakat membuat Airin mudah mendapat simpati masyarakat.
Pun sebaliknya, 10 tahun menjadi orang nomor satu di Tangsel juga membuat Airin memiliki kesan yang mendalam.
Bahkan, usianya yang kini mendekati setengah abad tidak terasa lantaran pengabdian di Tangsel.
Baca juga: Airin Akhiri Jabatan Wali Kota Tangsel, Diantar Ratusan Pegawai hingga Pembacaan Puisi Airinku
Baca juga: Airin Rachmi Lepas Jabatan, Tangerang Selatan Dipimpin Plh Wali Kota Bambang Noertjahjo
Hal itu tertuang dalam pidato perpisahannya kepada warga Tangsel dan pegawai Pemkot Tangsel jajarannya di Balai Kota Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (20/4/2021).
"Terima kasih banyak tentu saja 10 tahun waktu yang tidak singkat, saya baru sadar saat saya dilantik bersama Benyamin Davnie di hari yang sama 10 tahun lalu berusia 34 tahun," ujar Airin membuka pidatonya.Airin menengok ke belakang tatkala dirinya terpilih sebagai wali kota.
Airin mengakui awalnya dirinya awam terhadap ilmu pemerintahan, dan tidak banyak tahu akan istilah-istilah birokrasi.
Namun, ia belajar cepat dan harus segera berbuat sebagai pemimpin eksekutif.
"Jujur saya bukan dari birokrasi, saya tidak tahu bagaimana pemerintahan dan yang lainnya, saya baru tahu dengan teori-teori yang saya punya, Allah memberikan akal sehingga ilmu saya coba cari apa itu pemerintahan kota, apa itu pemrintahan daerah, apa itu tugas wali kota, apa itu Kota Tangerang Selatan yang dimekarkan sejak 2008," akunya.
Sosok pendamping bak pelengkap yang pas, Benyamin yang seorang birokrat ulung mampu menggandeng Airin agar pemerintahan tetap berjalan pada jalurnya.
"Saya beruntung didampingi Pak Benyamin Davnie selama 10 tahun yang sudah menjadi keluarga bagi saya, Pak Ben adalah kakak bagi saya yang memahami suka dan duka dan memahami kondisi saya," kata istri Tubagus Chaeri Wardana itu.
Baca juga: Ahok Doakan Benyamin Davnie 2 Periode Pimpin Tangerang Selatan, Beri Nasihat Jangan Korupsi
Baca juga: Kisah Benyamin Davnie Kecil saat Bulan Puasa, Berendam di Bak Hingga Petasan Meledak di Telinga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/airin-rachmi-diany-a-wr.jpg)