Breaking News:

Para Penambang Emas Ilegal Tinggalkan Lubang di Gunung Liman yang Disakralkan Masyarakat Baduy

terdapat setidaknya ada tenda berwarna biru yang dilengkapi dengan alat perlengkapan makan yang ditinggalkan para gurandil.

Dok Desa Cibarani
Gurandil meninggalkan sisa lubang penambangan emas ilegal di Gunung Liman, Kabupaten Lebak, Banten 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Gunung Liman yang berada di Desa Cibarani, Kabupaten Lebak, Banten mengalami kerusakan akibat ulah penambang emas ilegal atau ilegal.

Kerusakan itu membuat para panatua atau sesepuh Masyarakat Adat Baduy bersedih, dan video mereka viral.

Berdasarkan informasi yang diperoleh TribunBanten.com, terdapat setidaknya ada tenda berwarna biru yang dilengkapi dengan alat perlengkapan makan yang ditinggalkan para gurandil.

Para gurandil tersebut membuat sebuah lobang besar disetiap titiknya untuk mengeruk emas tersebut.

Kepala Desa Cibarani, Dulhani menjelaskan hutan tersebut merupakan hutan yang sangat dihormati oleh para masyarakat sekitar.

Bahkan, menurutnya tidak ada satupun masyarakat adat Baduy yang berani menginjak tanah leluhur tersebut dan merusaknya.

Baca juga: Viral Masyarakat Adat Baduy Meminta Tolong Karena Hutan Terlarang Dirusak Penambang Emas Ilegal

Baca juga: Kembali Telan Korban, Sopir Truk Pasir Tenggelam di Bekas Galian Pasir Sedalam 10 Meter di Cilegon

"Hutan tersebut merupakan pelindung bagi kami masyarakat yang berada di sekitar gunung tersebut. Sekarang kami khawatir apabila hujan maka bisa saja longsor terjadi dan mengancam kami," terangnya saat dihubungi, Kamis (22/4/2021).

Kendati begitu, galian yang dibuat oleh para pelaku masih belum terlalu banyak dan ia berharap aktivitas tersebut segera diberhentikan.

"Kemungkinan dari luar desa ini para pelakunya. Tenda itu dibuat oleh mereka sudah sejak empat bulan terakhir ini," sambungnya.

Terpisah, Kepala Desa Khusus Baduy, Jaro Saija menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, dengan merusak hutan maka manusia akan mengalami musibah yang jauh lebih buruk lagi kedepannya, apalagi menurutnya hutan tersebut merupakan warisan dari leluhur yang telah ada sebelum dirinya.

"Kami meminta agar kegiatan ini segera dihentikan dan jangan ada lagi pengerusakan hutan yang ada di Baduy oleh siapapun," tegasnya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved