Breaking News:

Viral Masyarakat Adat Baduy Meminta Tolong Karena Hutan Terlarang Dirusak Penambang Emas Ilegal

Petinggi Suku Baduy sedih atas kondisi Gunung Liman, Desa Cibarani, Lebak, Banten yang telah rusak akibat sekelompok penambang emas ilegal

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A
Instagram
Para panatua atausesepuh Suku baduy sedih dengan kondisi Gunung Liman, Desa Cibarani, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (22/4/2021). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Baru-baru ini viral di media sosial yang memperlihatkan para penatua atau sesepuh masyarakat Baduy mengungkapkan kesedihan atas kondisi alam yang sudah rusak.

Mereka sedih atas kondisi Gunung Liman, Desa Cibarani, Kabupaten Lebak, Banten yang telah rusak akibat sekelompok penambang emas ilegal atau gurandil yang berada di sana.

"Kami itu diamanatkan oleh leluhur. Sekarang gunung dirusak, hutan juga dan adat telah dirubah. Kami memohon agar pemerintah segera menjaga warisan tersebut," ucap salah seorang tokoh yang berada dalam video tersebut.

Kepala Desa Cibarani, Dulhani yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan peristiwa tersebut telah lama dilakukan oleh para penambang emas ilegal.

Baca juga: Dua Pemuda Penambang Emas Ilegal di Lebak Ditangkap, Raup Untung Rp 20 Juta Sekali Beroperasi

Baca juga: Pencarian 2 Penambang Ilegal yang Tertimbun Longsor di Lebak, Petugas Hanya Temukan Tulang Belakang

Akan tetapi, tidak ada upaya serius dari pemerintah setempat untuk melakukan penutupan aktivitas ilegal tersebut.

"Itu sudah sejak lama dilakukan pengerukan ilegal oleh gurandil. Kita laporkan kemudian ke Polda Banten untuk segera ditindak," katanya saat dihubungi, Kamis (22/4/2021).

Ia menegaskan, keadaan Gunung Liman sendiri sudah lama dititipkan oleh para leluhur yang ada disana.

Menurutnya, sejauh ini terdapat enam orang yang melakukan aktivitas penambangan emas ilegal tersebut dan tinggal di area tambang tersebut.

"Ada sekitar empat bulan sudah menetap disana. Kita juga sudah meminta agar segera ditangkap para gurandilnya yang berada disana," tegasnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved