Ramadan 2021

Ponpes Al-Aqso Tahfidzul Serang yang Serba Gratis, Pimpinan: Semua Berhak Mengenyam Pendidikan

Ia mengungkapkan, sebagian murid yang ada di sini berasal dari keluarga kurang mampu, yatim piatu bahkan anak jalanan.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Qodir
Tangkap layar Youtube
Pondok Pesantren Al-Aqso Tahfidzul di Jalan Tasikardi-Banten lama, Kampung Pegadingan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Di ponpes ini, seluruh biaya pendidikan hingga asrama adalah gratis.  

Menurutnya, hal yang paling penting didunia ini adalah sebuah ilmu, karena ilmu tidak akan putus akan terus mengalir dan dapat memberika manfaat.

"Alhamdulillah kami delapan bersaudara bersama-sama membangun ponpes hingga saat ini, mungkin orang ada yang mengangap tidak mungkin ini gratis," ujarnya kepada TribunBanten.com, Senin (20/4/2021).

Jelasnya, ketika semua dijalani dengan keyakinan dan bertujuan untuk saling membantu dan mendorong kemajuan untuk kedepannya bagi agama maupun Negara.

"Tujuan kami hanya ingin melihat anak-anak dapat meraskan pendidikan secara layak, karena semua warga Indonesia berhak sekolah," ucapnya.

Baca juga: Bolehkah Bermesraan dengan Pasangan Saat Ramadan Tanpa Batalkan Puasa? Ini Kata Ustaz

Baca juga: Ulama Kharismatik Banten Abuya KH Uci Thurtusi Meninggal Dunia, Pimpinan Ponpes Al Istiqlaliyyah

Iapun menuturkan banyak cobaan dan rintangan pada saat membagun ponpes ini.

"Banyak dicibir orang, dan dibilang aneh ko gratis, cuman kami terus meminta untuk dikuatkan dan sabar dalam merintis ponpes ini hingga turun surat peresmian ponpes di 2020," ujarnya.

Bahkan tidak hanya itu iapun membuka sekolah Madrasah Tsanawiah pada 2015 dan Madrasah Aliyah 2016.

Bahkan kini akan dibuka kembali Madrasah Ibtidaiah, namun untuk sementara bangunannya masih menupang dengan SDlainnya, karena keterbatasan ruang kelas.

Dan untuk jumlah keseluruhan murid ada sekitar 350 murid dan 25 tenaga pengajar yang sebagian berasal dari kampus yang berada di Banten.

Ia mengungkapkan, sebagian murid yang ada di sini berasal dari keluarga kurang mampu, yatim piatu bahkan anak jalanan.

"Semuanya tidak ada yang kami beda-bedakan karena manusia sama dimata Allah SWT," ujarnya.

Ia mengungkapkan, gaji untuk pengajar hanya Rp 1 juta per bulan.

Diceritakannya, pihaknya mencari atau melakukan jemput bola terhadap santri. Itu sudah dilakukan sejak ponpes berdiri sampai sekarang. 

"Insyallah kedepannya akan menampung 1.000 santri dan bahkan lebih agar semua anak indonesia dapat mengenyam pendidikan secara gratis dan layak," ucapnya.

Bahkan tidak hanya itu iapun sudah menerapkan sistem pembelajar dengan metode tahfidz Quran, bahasa inggris dan Arab.

Untuk mempersiapkan santri setelah lulus dapat mampu bersaing dan bermanfaat bagi agama dan Negara.

"Sudah ada 5 angkatan dan melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi sebagianpun ada yang mengabdi di sini," ucapnya.

Ia pun berharap dengan adanya ponpes ini dapat membantu berkurangnya angka buta huruf latin maupun arab.

Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved