Inflasi di Banten Naik Hingga 0,17 Persen pada April 2021, Ini Penyebabnya
Untuk cabe merah dan cabe rawit sudah menunjukan indikasi terjadinya penurunan harga, meskipun masih stabil di tingkat yang cukup mahal.
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana
TRIBUNBANTEN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten melnsir inflasi di Provinsi Banten pada April 2021 mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Tercatat, terjadi inflasi sebesar 0,17 persen pada April 2021, sedangkan pada Maret 2021 hanya terjadi inflasi sebesar 0,05 persen.
“Hal ini mungkin disebabkan oleh pola konsumsi masyarakat sudah mengalami perbaikan selama bulan Ramadan dan menjelang Ramadan,” ujar Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wirlana melalui rilis Youtube Berita Resmi Statistik BPS, Senin (3/5/2021).
Secara umum, peningkatan infalsi di Banten lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional yang hanya menduduki angka 0,13 persen.
Baca juga: BPS Catat Laju Inflasi di Banten Relatif Stabil pada Maret 2021
Inflasi relatif terjadi di tiga kota, dengan Kota Cilegon yang masih mengalami peningkatan tertinggi sebesar 0,22 persen.
Kemudian diikuti oleh Kota Serang sebesar 0,19 persen dan Kota Tangerang sebesar 0,19 persen.
Berdasarkan kode komoditas, Inflasi April 2021 di Banten paling banyak dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,49 persen dan andil inflasi 0,13 persen.
Kata Adhi, ada beberapa harga yang mengalami kenaikan, seperti daging ayam ras sebesar 3,43 persen, rokok kretek filter sebesar 2,32 persen, buah melon sebesar 14,34 persen.
Untuk cabe merah dan cabe rawit sudah menunjukan indikasi terjadinya penurunan harga, meskipun masih stabil di tingkat yang cukup mahal.
“Menjelang hari Raya Idul Fitri dan juga setelah Lebaran beberapa petugas kami di BPS akan turun ke sejumlah pasar di Provinsi Banten untuk melakukan survei harga,” jelas Adhi
Baca juga: Toyota Raize Hadir di Serang Cukup DP Rp 1 Juta, Berikut Estimasi Harga dan Spesifikasinya
Kemudian kenaikan inflasi diikut oleh kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,42 persen dan andil inflasi 0,3 persen
Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi sebesar 0,02 persen di tengah persiapan menuju Lebaran.
“Penurunan kelompok ini hanya terjadi di Kota Tangerang sebesar 0,34 persen, namun karena kota tersebut memiliki anggaran yang cukup besar sehingga menarik tiga kota ke arah deflasi,” tutur Adhi.
Kelompok transportasi di Banten juga mengalami deflasi sebesar 0,01 persen karena kemungkinan adanya larangan mudik oleh pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/grafis-laju-inflasi-di-provinsi-banten-pada-april-2021.jpg)