Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Sebar Pesan Ajakan untuk Mudik di WhatsApp, 3 Orang Diduga Provokator Diamankan Polisi

Sebanyak tiga pelaku provokasi ajakan mudik di Pelabuhan Merak, Banten diamankan aparat kepolisian.

Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Profil Kapolres Cilegon AKP Sigit Haryono, hobi sepakbola dan 10 tahun menjadi penyidik KPK 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak tiga pelaku provokasi ajakan mudik di Pelabuhan Merak, Banten diamankan aparat kepolisian.

Mereka memprovokasi dengan cara mengirimkan pesan ajakan mudik melalui pesan singkat yang disampaikan melalui grup WhatsApp.

"Kami amankan sementara ada dua hingga tiga orang," ujar Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono, dalam keterangannya, pada Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Penyakatan Larangan Mudik Sudah Berlaku, Polisi : Sia-sia Karena Kesadaran Masyarakat Tidak Ada

Baca juga: Beragam Modus demi Lolos Penyekatan Mudik: Gunakan Jasa Joki untuk Kelabui Petugas

Dia menjelaskan, provokasi ajakan mudik itu berdampak terhadap kasus positif Covid-19 melonjak di Indonesia. Maka, dia menegaskan akan menindak pelaku.

Sampai saat ini, pihaknya belum dapat menyampaikan secara rinci lantaran saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Cilegon.

"Karena akan terus berkembang dan kami berkomitmen akan menindaklanjuti secara tegas," kata dia.

Jika terbukti ada unsur-unsur pidana, pihaknya akan memproses lebih lanjut.

"Ajakan ini akan berdampak kasus pandemi Covid-19 di Indonesia melonjak," ujarnya.

Adapun terkait larangan mudik di wilayah hukum Polres Cilegon, Kapolres mengaku, pihaknya telah melakukan secara maksimal dan telah menerjunkan petugas Rainmas dan Petugas Brimob Polda Banten.

Baca juga: Periode Larangan Mudik, 4123 Pemudik Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Dites Acak

Baca juga: Provokator Terobos Penyekatan Mudik Ditangkap, Sempat Teriak dan Nyalakan Klakson saat Dihadang

"Untuk saya sendiri di wilayah hukum Polres Cilegon. Mulai dari pintu tol masuk hingga jalur Arteri yang ada di Cilegon sudah kita sekat semua dan sudah kita siapkan pasukan bermotor. Seperti petugas Rainmas dan petugas Brimob Polda Banten telah diterjunkan untuk menghalau masyarakat yang memaksa akan melakukan kegiatan mudik," ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, warga yang tak menuruti imbauan polisi atau melawan petugas saat diimbau agar membubarkan diri dapat dijerat Pasal 212 KUHP, 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP.

"Yang jelas ada pasal 212, pasal 216 pasal 218. Ketika mereka melawan petugas yang sedang menjalankan tugas, tidak ada mengancam disitu dan maka akan kita proses," tambahnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved