News

Bupati Serang Ikuti Rapat Virtual soal Perkembangan Kasus Covid-19, Jokowi Peringatkan Banten

Dalam rakor tersebut, Presiden Jokowi memberikan peringatan untuk kondisi kasus Covid-19 di wilayah Provinsi Banten.

Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serang mengikuti rapat koordinasi dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference di Kantor Bupati Serang, Senin (17/5/2021).  

Jokowi memberi gambaran terkait perkembangan Covid-19 di negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura yang kembali melakukan lockdown pada gelombang ketiga pandemi saat ini.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta para kepala daerah agar terus memantau dan tidak lengah terhadap sekecil apapun kasus aktif di wilayahnya. Ia juga meminta agar pemerintah daerah dapat tetap memantau kurva perkembangan kasus Covid-19.

Begitu juga dengan vaksinasi harus terus dipantau pelaksanaannya.

Peta sebaran Covid-19 di Provinsi Banten per 11 Mei 2021
Peta sebaran Covid-19 di Provinsi Banten per 11 Mei 2021 (dokumentasi Pemprov Banten)

Dalam rakor tersebut, Presiden Jokowi memberikan peringatan untuk kondisi kasus Covid-19 di wilayah Provinsi Banten.

Dibeberkan, Banten menjadi lantas menjabarkan Banten termasuk satu di antara 15 provinsi yang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19.

“Hati-hati Banten. Perketat selalu prokes. Untuk zona merah dan oranye ini tempat wisata harus ditutup,” tegas Presiden.

Sementara itu, Banten juga termasuk ke dalam provinsi yang okupansi atau keterpakaian hotelnya meningkat dari sebelum hingga sesudah Lebaran.

Sebelumnya, keterpakaian hotel di Banten sebesar 25,8 persen meningkat jadi 43,3 persen setelah lebaran.

Baca juga: Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Unggah SE Bersama Penutupan Tempat Wisata: Untuk Kesehatan Bersama

“Jadi dari sisi kesehatan dan sisi ekonomi lebih baik jika bisa imbang. Oleh karena itu, prokes harus dijalankan dengan ketat dan disiplin,” tutur presiden.

Terkait perekonomian, Presiden menyampaikan bahwa target pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada Kuartal-II 2021 akan meningkat sebesar tujuh persen atau lebih, dimana pada Kuartal-I 2021 kemarin masih minus sebesar 0,74 persen.

Rapat tersebut ditutup dengan penjelasan mengenai peningkatan penarikan uang kartal periode idul fitri yang mencapai Rp 154,5 Triliun atau naik 41,5 persen dibanding tahun lalu.

Artikel lain terkait kasus Covid-19 di Banten di TribunBanten.com

 
 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved