Breaking News:

Tempat Wisata Ditutup

Tradisi Ratusan Tahun Seba Baduy Terancam Tak Bisa Digelar Karena Tempat Wisata Ditutup

Kepala Desa Kanekes mengatakan pihaknya akan tetap menggelar tradisi Seba Baduy dan siap memperketat protokol kesehatan Covid-19.

Tribunnews.com/Dany Permana
Warga Baduy dalam dan Baduy luar berjalan ratusan kilometer dari tempat tinggalnya di Lebak menuju Kantor Gubernur Banten, Kota Serang, Sabtu (3/5/2014). Dalam tradisi tahunan bernama "Seba Baduy" tersebut warga Baduy mengantarkan hasil bumi kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah. 

Laporan Wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Tradisi ribuan warga Baduy melakukan long march dengan membawa seserahan hasil bumi ke pusat Pemerintahan Provinsi Banten atau disebut Seba Baduy, terancam batal digelar pada 21-22 Mei 2021.   

Tradisi masyarakat Baduy yang sudah dilakukan ratusan tahun dan menjadi agenda tahunan itu tidak dapat digelar menyusul adanya kebijakan penutupan tempat wisata hingga 30 Mei 2021.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin mengatakan pihaknya telah menerima surat permohonan kegiatan dari pimpinan adat masyarakat Baduy.

Baca juga: Gubernur Banten Berkeras Tempat Wisata Ditutup: Untuk Kepentingan Lebih Besar

"Sudah kami terima surat permohonannya. Dan saat ini sedang kita rapatkan dengan Pemkab Lebak apakah bisa dilakukan atau tidak," ujar Imam di kantor Disbudpar Kabupaten Lebak, Jalan RT Hardiwinangun nomor 4, Rangkasbitung, Lebak, Selasa (18/5/2021).

Masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam saat acara tradisi Seba Baduy.
Masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam saat acara tradisi Seba Baduy. (Dok. Humas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

Imam mengatakan Pemerintah Kabupaten Lebak menutup seluruh destinasi wisata di wilayahnya mulai 16 sampai 30 Mei 2021, sebagaimana instruksi Gubernur Banten Wahidin Halim, untuk mencegah penyebaran Coid-19 di masyarakat.

Oleh karena itu, Disbudpar Kabupaten Lebak akan menginformasikan lebih lanjut perihal jadi atau tidaknya pagelaran tradisi Seba Baduy.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, menyatakan hal berbeda.

Kepala Desa Kanekes mengatakan pihaknya akan tetap menggelar tradisi Seba Baduy dan siap memperketat protokol kesehatan Covid-19.

Warga Baduy Dalam dan Baduy Luar berjalan ratusan kilometer dari tempat tinggalnya di Lebak menuju Kantor Gubernur Banten, Kota Serang, Sabtu (3/5/2014). Dalam tradisi tahunan bernama
Warga Baduy Dalam dan Baduy Luar berjalan ratusan kilometer dari tempat tinggalnya di Lebak menuju Kantor Gubernur Banten, Kota Serang, Sabtu (3/5/2014). Dalam tradisi tahunan bernama "Seba Baduy" tersebut warga Baduy mengantarkan hasil bumi kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah. (Tribunnews.com/Dany Permana)

Hal itu juga untuk mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di Banten.

Baca juga: Hutan Sakral Baduy Dirusak Tambang Emas, Iti Octavia Jayabaya : Saya Merasa Gagal Sebagai Pemimpin

Pihaknya pun tidak mempermasalahkan jika Gubernur Banten maupun Bupati Lebak tidak menemui masyarakat Baduy yang menggelar Seba Baduy nantinya.

"Bagi kami siapapun yang menerima, yang pasti biarpun tidak diterima pasti dilaksanakan. Kalau tidak dilaksanakan takut karena dari leluhur harus dilaksanakan," ujar Jaro saat dihubung.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim mengeluarkan surat edaran berisi kebijakan tentang tempat wisata di Banten ditutup mulai 16 sampai 30 Mei 2021.

Kebijakan itu diambil atas pertimbangan lonjakan pengunjung dan kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di banyak tempat wisata di Banten dalam dua hari musim libur Lebaran 2021.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mencegah potensi klaster baru Cocid-19 dari kerumunan massa di tempat wisata.

Artikel lain terkait tempat wisata di Banten ditutup di TribunBanten.com

Tonton Juga Video : Seorang Pria Diamankan Usai Tikam Leher Teman Kencang yang Dipesan Lewat MiChat di Batam

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved