Viral Kurir COD Diancam Pedang Samurai di Ciputat, Begini Pengakuan Saksi

Rosyadi, saksi mata, menyaksikan seorang pria mengancam menggunakan pedang samurai kurir COD di Ciputat, Tangerang Selatan.

Editor: Glery Lazuardi
Instagram
Viral video seorang pria marahi kurir karena tertipu barang yang dibeli online hanya berisi bungkusan kertas 

TRIBUNBANTEN.COM - Rosyadi, saksi mata, menyaksikan seorang pria mengancam menggunakan pedang samurai kurir COD di Ciputat, Tangerang Selatan.

Rosyadi adalah Ketua RW 3 Kampung Parung Beunying, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

Menurut dia, pelaku penodongan pedang itu merupakan warganya, berinisal MDS (43).

Kejadian pengancaman kurir itu terjadi di pelataran rumah MDS.

Rosyadi melihat langsung saat MDS sedang naik pitam tak mampu menahan amarahnya, pada Selasa (25/5/2021).

Rosyadi mengungkapkan, malam itu, MDS sedang cash on delivery (COD) dengan kurir dari jasa pengiriman online.

Jam tangan seharga Rp 85 ribu yang dilihatnya di Facebook akhirnya datang.

Namun, ketika MDS sudah membayar Rp 85 ribu sesuai harga jam tangan yang dipesannya, ia mendapati paket yang diterimanya kosong, hanya berisi buntalan kertas.

"Peristiwa semalam yang saya tahu antara pembeli dan kurir. Yang saya tahu sih pembeli memesan barang ternyata barang tersebut tidak ada. Pemesan itu merasa dibohongi dan emosi hingga mengeluarkan senjata tajam," kata Rosyadi di pelataran rumah MDS, Rabu (26/5/2021).

Baca juga: Kronologi Kurir COD Diancam Samurai di Ciputat, Barang Kiriman Datang Tak Sesuai Pesanan

Baca juga: VIRAL Video Kurir COD Diancam Samurai di Ciputat oleh Pemesan, Pelaku Langsung Ditangkap Polisi

Rosyadi melihat cekcok antara MDS dengan kurir sampai mengancam menggunakan senjata tajam.

Ia memastikan, warganya itu tak sampai mengayunkan pedang melukai si kurir.

"Saya lihat hanya mengeluarkan senjata tajam. Kalau untuk mengayunkan kayaknya belum sempat. Jadi hanya menakut-nakuti," ujarnya.

Setelah peristiwa penodongan itu, ramai datang puluhan kurir lainnya ke rumah MDS untuk proses mediasi dan klarifikasi.

Namun di saat yang bersamaan, aparat kepolisian datang dan mengamankan MDS.

"Saat sedang mengklarifikasi dari para kurir yang datang. Tiba-tiba datang kepolisian menangkap terlapor. Tidak ada perlawanan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved