Ratusan Pelajar di Kabupaten Lebak Putus Sekolah Selama PJJ
Sebanyak 300 pelajar di tingkat SMP yang berada di Kabupaten Lebak, Banten, putus sekolah di masa metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sebanyak 300 pelajar di tingkat SMP yang berada di Kabupaten Lebak, Banten, putus sekolah di masa metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Ratusan pelajar putus sekolah itu tersebar hampir di 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak.
Baca juga: Kisah Hidup Abimana Aryasatya, Putus Sekolah Sejak Kelas 4 SD dan Tak Pernah Dididik Orang Tua
Baca juga: Cerita Gilang, Remaja Tangerang yang Putus Sekolah, Berjualan Mi dan Es Serba Rp 5.000
Kepala Dinas Pandidikan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi, mengatakan para siswa meminta untuk tidak sekolah.
Menurut dia, hal ini karena mereka tidak dapat mengikuti metode PJJ.
"Tidak benar di DO. Mereka tidak bersekolah lantaran mengikuti kerja orangtuan dan karena tidak kuat belajar secara daring," kata dia, saat ditemui, Jumat (28/5/2021).
Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendataan kepada para siswa yang memutuskan untuk tidak sekolah.
Baca juga: Melihat Pendidikan di Kota Serang, Angka Putus Sekolah dan Buta Huruf Masih Menjadi PR
Pihaknya telah berupaya memberi bantuan kepada para siswa-siswi yang tidak mampu mengikuti PJJ.
Bentuk bantuan itu berupa memberikan bantuan WIFI gratis dan sarana yang lainnya.
"Kita berupaya membantu anak-anak mengenyam dunia pendidikan. Hal itu agar mereka tidak bernasib sama dengan orang tua," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-anak-putus-sekolah.jpg)