BPBD Lebak Peringatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Siaga
BPBD Kabupaten Lebak, Banten, mengimbau masyarakat mewaspadai terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan.
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM,LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mengimbau masyarakat mewaspadai terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan.
Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim ekstrem, seperti curah hujan, suhu, angin, dan kelembapan yang berinteraksi dengan siklus air.
Jenis bencana ini meliputi banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, kebakaran hutan, dan gelombang pasang, yang umumnya meningkat saat perubahan iklim.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Minggu 3 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24
Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengungkapkan kondisi cuaca saat ini dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten.
Di antaranya, adanya daerah konvergensi di selatan Banten yang berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan.
Kemudian adanya aktivitas Gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 2 serta Gelombang Rossby Ekuator di wilayah Pulau Jawa turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
"Khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan, dan daerah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan," ujarnya dalam sambungan telepon, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, kelembapan udara di wilayah Banten pada lapisan 850 hingga 500 milibar berkisar antara 75 hingga 95 persen.
Kondisi ini mengindikasikan adanya massa udara basah dari lapisan bawah hingga atas atmosfer.
"Dengan labilitas lokal yang berada pada kategori sedang hingga kuat, kondisi ini semakin mendukung terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," ujarnya.
BPBD Lebak pun mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah curam, bergunung atau tebing agar tetap waspada.
Terlebih, BPBD Lebak juga meminta kepada masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal BMKG, baik melalui web, media sosial atau pun aplikasi.
"Khusus bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing, dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan," tandasnya.
| Dana Kebencanaan di Lebak Banten Anjlok, BPBD Ungkap Dampaknya |
|
|---|
| Banjir Menerjang Wilayah Rangkasbitung, BPBD Lebak Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
| Musim Hujan di Lebak Diprediksi hingga Akhir Februari 2026, BPBD Minta Warga Waspada Masa Transisi |
|
|---|
| Usai Kritik Pemprov Banten, Kepala BPBD Lebak Sampaikan Permohonan Maaf |
|
|---|
| BPBD lebak Sebut Pemprov Banten Tak Jelas Tangani Huntara, Tempat Korban Bencana 2020 di Lebakgdong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Foto-Terbaru-BPBD-Lebak.jpg)