Breaking News:

Harga Kedelai Melonjak Naik, Perajin Tempe di Tangsel Kecilkan Ukuran Agar Tidak Rugi

Untuk mengurangi ongkos produksi, perajin tahu dan tempe di Tangerang Selatan memodifikasi ukuran makanan itu.

Editor: Glery Lazuardi
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Ilustrasi perajin tempe di Kampung Tempe, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) 

TRIBUNBANTEN.COM - Untuk mengurangi ongkos produksi, perajin tahu dan tempe di Tangerang Selatan memodifikasi ukuran makanan itu.

Tempe dibuat menjadi lebih kecil dibandingkan ukuran pada umumnya.

Mugiono (45), perajin tempe di Kampung Tempe, mengatakan pihaknya
menggunakan plastik ukuran 11 centimeter yang sebelumnya 13 centimeter.

"Ukuran tadinya plastik 13, sekarang bikin lagi pakai yang 11," kata dia, Kamis (3/6/2021).

Untuk harga, kata dia, mengalami kenaikan Rp 1.000. Sebelumnya dari angka Rp 5.000 menjadi Rp.6.000.

Melihat ukuran tempe kecil, dia menerima keluhan dari para pelanggan yang mayoritas pedagang Pasar Ciputat.

"Ya ada, 'kok tempenya makin kecil, sekarang agak tipisan, biasa agak gedean sekarang kok kecilan', katanya," ujar Mugiono.

Baca juga: Jeritan Perajin Tahu Tempe, Kurangi Pegawai hingga Terancam Gulung Tikar Akibat Harga Kedelai Naik

Baca juga: Begini Proses Pembuatan Tempe Milik Pengrajin di Serang, Sekali Produksi Habiskan 200 Kg Kedelai

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, pada Januari 2021 lalu, Kampung Tempe Ciputat mogok beroperasi sebagai bentuk protes kenaikan harga kedelai.

Saat itu harga kedelai naik dari Rp 700 ribu per kuintal menjadi Rp 900 ribu per kuintal.

Bukannya menurunkan harga, aksi mogok produksi itu justru tidak berpengaruh.

Bahkan, harganya terus meroket sampai saat ini mencapai Rp 1,1 juta per kuintal.

Menaikan harga hingga mengecilkan ukuran harus dilakukan demi tetap bisa bertahan terus memproduksi tempe.

Mugiono berharap kepada pemerintah agar bisa menekan kembali harga kedelai, bahan baku tempe.

"Penginnya dari perajin tempe dan tahu ya kalau bisa sih harga kacang distabilin lah, supaya perajin tempe itu bisa dagang standard lagi, pendapatan sama modal bisa imbanglah. Kalau sekarang kan modal gede, pendapatan kecil," harap Mugiono.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Harga Kedelai Meroket, Pengrajin di Ciputat Pangkas Ukuran Tempe Hingga Naikkan Harga

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved