Pedagang Sayur Keliling di Pandeglang Dibegal dengan Golok di Leher, Motor dan Modal Usaha Raib
Para pelaku langsung melarikan diri setelah mendapatkan barang-barang miliknya. Seketika dirinya lemas atas aksi begal tersebut.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Awan (42), seorang pedagang sayur keliling di Kampung Masigit, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten menjadi korban pencurian oleh komplotan begal bersenjata golok, Kamis (3/6/2021) pukul 05.00 WIB.
Akibatnya sepeda motor dan uang modal usahanya dibawa kabur para pelaku.
Awan menceritakan, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya pergi untuk berbelanja barang dagangan ke pasar. Namun, saat berada di jalan sepi, sepeda motornya dipepet oleh sepeda motor pelaku yang berjumlah tiga orang.
"Pada saat itu masih gelap dan setelah saya berjalan sekitar 15 menit kemudian saya diadang oleh sebuah kendaraan dengan tiga orang pelaku. Saat itu mereka mengalungkan golok di leher saya dan meminta saya menyerahkan semuanya," ujar Awan saat dihubungi, Jumat (4/6/2021).
Baca juga: Viral Aksi Heroik Pasutri Kejar Terduga Pelaku Begal Payudara Bak Adegan di Film Hollywood
Suara Awan terdengar bergetar dan terbata-bata saat menceritakan kejadian yang menimpanya itu.
Awan mengatakan, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa saat pelaku menempelkan golok ke lehernya. Ia pun terpaksa menyerahkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi A 2192 JN yang ia gunakan sebagai alat untuk berusaha itu.
Baca juga: Pengakuan Sopir Taksi Online yang Ditembak Begal di Lebak, Ajak Duel Pelaku: Saya Cuma Keleyengan
Juga demikian tas miliknya yang berisi berisi uang Rp 35 juta modal usaha jualan sayurannya.
Para pelaku langsung melarikan diri setelah mendapatkan barang-barang miliknya. Seketika dirinya lemas atas aksi begal tersebut.
Baca juga: Begal Tewas Diamuk Massa di Tebet, Sempat Tabrak Pot Bunga Lalu Tercebur ke Selokan
Ia sempat berteriak meminta tolong. Namun, saat itu tak seorang pun datang membantunya karena hari masih gelap.
"Ya pasrah saja sekarang, tapi berharap bisa balik lagi uangnya. Karena sekarang saya sudah tidak berjualan lagi ke pasar. Dan istri saya tak pernah berhenti menangis setelah kejadian itu," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-pencurian-atau-begal-dengan-senjata-tajam.jpg)