500 Siswa di Cilegon Tercatat Putus Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Ungkap Fakta Lain
Ismatullah menjelaskan jika PKBM ini adalah yang menyelenggarakan pendidikan nonformal paket A, B, dan C untuk yang putus sekolah
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif
TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Sebagai kota industri, seharusnya masyarakat Kota Cilegon memiliki kesejahteraan secara ekonomi.
Kesejahteraan ekonomi dapat dicapai dengan kualitas pendidikan masyarakatnya yang terpenuhi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ismatullah mengatakan jika angka putus sekolah di Kota Cilegon terbilang aneh.
"Angka putus sekolah Cilegon ini aneh, tercatat kita ada sekitar 500 yang putus sekolah, angka tersebut setelah ditelusuri bukan putus sekolah, tetapi pindah sekolah," katanya kepada TribunBanten.com saat ditemui di ruangannya, Selasa (8/6/2021).
Menurutnya hal ini disebabkan karena Cilegon sebagai daerah urban.
Baca juga: 187 Sekolah di Lebak Tak Miliki Kepala Sekolah Jelang PPDB, Apa Penyebabnya?
"Jadi mobilitas masyarakat yang masuk dan keluar Cilegon itu tinggi dan anak mereka dibawa sehingga mengharuskan untuk pindah sekolah," tambahnya.
Ismatullah mengungkapkan jika putus sekolah diartikan mereka tidak sekolah sama sekali pihaknya belum menemukan contoh konkretnya sampai sekarang.
"Jika ketemu saya sudah memiliki rencana untuk menyalurkannya langsung ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)," ungkap Ismatullah.
Lebih lanjut, Ismatullah menjelaskan jika PKBM ini adalah yang menyelenggarakan pendidikan nonformal paket A, B, dan C untuk yang putus sekolah.
Baca juga: Guru Mau Punya Karier Menjadi Kepala Sekolah? Harus Melewati Program ini
"Nah putus sekolah kita tuh ada 22 orang dan rata-rata sudah cukup dewasa yang memanfaatkan PKBM ini juga para pekerja, ga ada yang seumuran anak sekolah," jelasnya.
Ismatullah mengimbau untuk siapa saja agar jika menemukan warga yang putus sekolah langsung laporkan saja ke Dinas Pendidikan Kota Cilegon.
"Kita minta bantuan agar langsung saja dilaporkan ke Dindik nanti langsung kita titipkan di paket mana mereka tidak sekolah sesuai domisilinya nanti yang membiayai Dindik," pungkasnya.
Kota Cilegon memiliki dua PKBM di dua kecamatan yang berbeda, yaitu Kecamatan Ciwandan dan Pulomerak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kadisdik-cilegon-ismatullah.jpg)