TPA Dengung Lebak Penuh Hingga Sampah Tercecer ke Pemukiman, Warga Khawatir Bencana Ini Terjadi
Sampah-sampah yang didominasi oleh sampah bahan makanan keluarga tersebut dibiarkan menumpuk hingga menjalar ke pemukiman warga sekitar.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sampah di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Dengung, Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten telah menggunung hingga tercecer ke jalan pemukiman warga.
Tumpukan sampah di TPA Dengung yang hanya memiliki luas 10 hektare itu sudah tak mampu menampung sampah dari 28 kecamatan yang ada di Lebak.
Sampah-sampah yang didominasi oleh sampah bahan makanan keluarga tersebut dibiarkan menumpuk hingga menjalar ke pemukiman warga sekitar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh Tribunbanten.com, sampah tersebut dibiarkan menumpuk dan menjalar akibat petugas yang berada disana kebingungan lantaran bahan bakar untuk operasi alat berat tak kunjung turun sejak awal tahun lalu.
Baca juga: Sampah 400 Ton Asal Tangsel Dibuang ke Cilowong, Warga: Ada Syaratnya, Tak Dipenuhi, Kami Cor Jalan
Petugas TPA Dengung, Herman, mengatakan tumpukan sampah tersebut membuat para petugas pasrah dan hanya bisa merapikan ceceran sampah dengan menggunakan jasa pemulung.
"Sejak dari kemarin sudah terjadi penumpukan dan menjalar hingga jalan utama dan membuat aroma busuk itu sering kali terjadi," katanya saat ditemui di TPA Dengung.
Ia mengatakan alat berat yang ada di TPSA Dengung sendiri tak dapat beroperasional dan dibiarkan begitu saja.
"Kondisi seperti ini sudah berlangsung berbulan-bulan. Kalaupun mau dirapikan lagi enggak cukup dalam waktu sebulan," sambungnya.
Baca juga: Bekas Galian Pasir Sedalam Sepuluh Meter Dipenuhi Sampah, Warga Mengeluhkan Bau Tak Sedap
Sementara itu, Warni, salah seorang warga setempat, mengatakan cukup khawatir dengan keselamatan dirinya dan keluarga.
Pasalnya tumpukan sampah yang sudah mengitari hampir seluruh sudut hektare lahan TPA tersebut sudah dibiarkan sejak awal bulan.
"Baunya itu kadang buat pernapasan kita terganggu. Selain itu juga kami setiap malam selalu khawatir apabila terjadi longsor yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu," tegasnya.
Pihaknya pun meminta agar pemerintah setempat untuk bisa turun segera menangani permasalahan sampah yang telah menggunung tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/tpa-dengung.jpg)