Breaking News:

Gadis yang Hilang Misterius di Bogor Sempat Kirim Pesan Terakhir Melalui FB ke Bapaknya

Seorang gadis bernama Hasanah (18) asal kampung Langkob, Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor hilang secara misterius

Istimewa Via TribunnewsBogor.com
orangtua Asal Pamijahan, Kabupaten Bogor sedang menunjukkan foto putrinya, Hasanah yang hilang secara misterius 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla

TRIBUNBANTEN.COM - Seorang gadis bernama Hasanah (18) asal kampung Langkob, Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor dikabarkan tengah hilang secara misterius.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari TribunnewsBogor.com, orang tua Hasanah kini tengah kebingungan lantaran anak perempuannya itu pergi dan tak kunjung kembali hingga saat ini.

Ayah Hasanah, Darwin (45) menceritakan kalau sudah mencari putrinya ke Jakarta dan Bekasi namun tetap tak ada hasil.

Darwin membeberkan Hasanah pergi meninggalkan rumah sejak 17 Mei 2021.

Dia pergi cuma menggunakan pakaian yang digunakan, sayangnya, ketika pergi ponselnya tidak dibawa oleh anak saya," ujarnya dikutip TribunnewsBogor.com, Minggu (20/6/2021).

Baca juga: Lama Menghilang, Wanita Hamil Ini Ditemukan Tewas di Septic Tank, Begini Kondisi Saat Ditemukan

Namun Darwin menerangkan kalau putrinya sempat mengirimkan pesan melalui media sosial Facebook (FB) sehari setelah meninggalkan rumah.

Di dalam pesan itu Hasanah memberitahu ayahnya kalau ia tengah bekerja di salah satu butik daerah Jakarta Selatan.

Tapi saat Darwin datang ke tempat kerja Hasanah, ia tak berhasil menemukan putrinya.

"Sempat mengirimkan pesan di Facebook yang berisi informasi tempat dia bekerja, saya langsung berangkat dan dua hari saya mencari anak saya di Jakarta," ucap Darwin.

Lalu selang beberapa minggu, Darwin dapat informasi dari rekan Hasanah kalau ia bekerja di salah satu Mal daerah Bekasi.

Baca juga: Bocah 11 Tahun Ditemukan Selamat Setelah Tenggelam dan Menghilang 20 Jam, Pengangan Akar Semalaman

Setelah dapat informasi itu, Darwin bergegas untuk ke sana.

Sayangnya, Hasanah masih tidak kunjung ditemukan oleh Darwin.

Darwin pun menambahkan kalau Hasanah tidak meminta izinnya sama sekali untuk bekerja di luar daerah asalnya.

Didugga Hasanah pergi bersama seorang lelaki yang masih kerabat mereka.

"Ya kalau dua hari ke belakang tidak ada kabar, kita berencana mau membuat laporan ke pihak kepolisian, karena saat itu kita masih memikirkan secara kekeluargaan saja, karena bagaimana pun laki-laki tersebut masih kerabat saya," jelas Darwin.

Ia kini hanya bisa berharap dan memohon doa agar anaknya dapat kembali pulang ke rumah dalam kondisi sehat.

"Saya berharap anak saya bisa pulang, kembali berkumpul seperti sediakala, dengan kondisi sehat," harapnya.

Pihak Kepolisian Sektor Cibungbulang, Kabupaten Bogor juga sudah menanggapi kasus tersebut.

Melalui Kapolsek Cibungbulang, AKP Agus Permana menjelaskan kalau belum mengetahui terkait informasi hilangnya Hasanah.

"Saya belum mendapatkan informasi detail, saya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu, soalnya belum ada laporan yang kami terima" ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Senin (21/6/2021) .

Meski begitu, Agus memastikan akan kerahkan anggotanya untuk datangi rumah orang tua Hasanah.

"Iya, Bhabinkamtibmas Desa Gunung Picung hari ini akan datang ke rumah yang bersangkutan untuk mendengar dan mengetahui kronologi," tegas Agus.

Baca juga: Pergi Berlayar, Nelayan Asal Kabupaten Serang Ini Tiba-tiba Hilang Tanpa Jejak di Perairan Banten

(Berita Serupa) Hilang Usai Pamit Cari Kayu, Nenek Asal Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Sumur, Begini Kronologinya

Emur (67), orang lanjut usia di Kampung Cipeundeuy Desa Pasirbatang Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, ditemukan tewas di sumur, pada Jumat (11/6/2021).

Jasad lansia asal Tasikmalaya itu ditemukan di dalam sumur sedalam 16 meter.

Jasad Emur pertama kali ditemukan oleh Yusuf (40), tetangga yang ikut melakukan pencarian.

"Nenek Emur pamit dari rumah sekitar pukul 09.00 hari Kamis (10/6). Katanya mau mencari kayu bakar," ujar Yusuf.

Namun ditunggu sampai siang hingga sore, Emur yang berstatus janda ini tak kunjung pulang, hingga membuat keluarga cemas.

Pencarian pun akhirnya dilakukan warga. Namun sampai malam, warga tak berhasil menemukannya.

"Hari ini (Jumat 11/6, Red) pencarian dilakukan lagi. Saya mencoba mencari ke lahan semak-belukar dan ditumbuhi pohon-pohon albasi," kata Yusuf.

Yusuf tiba-tiba melihat ada dudukuy (topi khas petani) tergeletak tak jauh dari sebuah sumur sempit.

Ia pun menengok ke dalam sumur tapi tak berhasil melihat apa-apa.

Namun karena menemukan dudukuy, Yusuf pun segera kembali ke kampung dan memberitahu warga tentang temuannya itu.

Pihak keluarga memastikan dudukuy itu yang dipakai Nenek Erum saat pamit hendak mencari kayu bakar. Warga pun beramai-ramai menuju lokasi.

Mereka kemudian memeriksa sumur dari atas dan diyakini Nenek Erum terperosok ke dalam sumur. Warga pun segera lapor polisi.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Septiawan Adi Prihartono, segera menerjunkan Tim Inafis menuju lokasi.

"Tim memastikan bahwa ada jasad di dalam sumur," kata Setipawan. Selanjutnya melakukan koordinasi dengan Pos SAR Tasikmalaya untuk melakukan evakuasi.

TribunBanten.com/TribunnewsBogor.com

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved