Breaking News:

Jalan Rusak Ditutup Warga Bentuk Protes ke Pemerintah, Pihak Terminal Pakupatan Bakal Bantu Perbaiki

Warga Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang masih memblokade akses jalan menuju Terminal Pakupatan menggunakan pohon pisang

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Jalan rusak menuju Terminal Pakupatan, Kelurahan Banjar Agung, Cipocok Jaya, Kota Serang masih diblokade warga 

Laporan Wartawan Tribunbanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Warga Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang masih memblokade akses jalan menuju Terminal Pakupatan menggunakan pohon pisang.

Blokade jalan itu sebagai bentuk protes karena jalan rusak yang tidak kunjung ada perbaikan dari pemerintah.

Kepala Terminal Pakupatan Kota Serang Waluyo Dianto mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan ketua RW dan perwakilan warga Banjar Agung terkait aksi penutupan jalan itu.

"Tadi kita sudah berbicara dengan ketua RW dan warga, sudah clear. Nanti kita akan perbaiki sementara," ujar Kepala Terminal Pakupatan Kota Serang Waluyo Dianto kepada TribunBanten.com saat dihubungi, Senin (21/6/2021).

Dia mengatakan bahwa pihaknya berencana memperbaiki jalan tersebut secara bersama-sama dengan berbagai pihak.

Baca juga: Masih Belum Diperbaiki, Warga Masih Blokade Jalan Rusak Menuju Terminal Pakupatan

"Semua pihak, kita bareng-barenglah," ujarnya.

Namun saat ini kata dia, pihaknya menunggu keputusan dari ketua RW maupun pihak lainnya.

"Tadi kita sudah konfirmasi, jadi kapan mau pengerjaannya yah kita masih tunggu. Kalau memang mau hari ini yah sudah," ungkapnya.

Sementara Ketua RW 09 Banjar Agung, Arief Aminudin mengungkapkan bahwa warganya tidak akan membuka akses jalan tersebut sampai pemerintah mau memperbaiki  akses jalan tersebut.

"Syaratnya itu, harus ada material untuk perbaikan. Maka akan kita buka, kalau tidak ada material kita tidak akan buka," ujarnya.

Baca juga: Jalan Rusak di Lebak Mencapai 247,2 Km Tak Kunjung Diperbaiki, Wilayah Tengah Terparah

Sebab kata dia hingga saat ini pihak pemerintah masih saling lempar mengenai kewenangan atas jalan tersebut.

"Soalnya ini datanya masih belum jelas apakah punya Kota, Provinsi atau Pusat itu belum jelas tanahnya," ujarnya.

"Kabupaten bilangnya itu punya Kota, Kota bilangnya punya Provinsi, Provinsi bilangnya punya pusat dan pusat bilang belum menerima datanya. Jadi nggak jelas," sambungnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved