Wahidin Halim: Banten Darurat Covid-19

Provinsi Banten masuk dalam darurat Covid-19. Pernyataan itu disampaikan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Dok. Pemprov Banten
Gubernur Banten Wahidin Halim di rumah dinas Gubernur, Kota Serang, Rabu (5/5/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Provinsi Banten masuk dalam darurat Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.

Pernyataan itu mengacu pada penambahan kasus harian Covid-19 per 21 Juni yang mencapai 476 kasus. Jumlah itu yang tertinggi sejak Covid-19 ditemukan di Banten.

"Tulis gede-gede, Banten darurat Covid-19!" kata Wahidin kepada wartawan di Kota Serang. Senin (21/6/2021).

Baca juga: Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Gubernur Banten Ajak Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Baca juga: Calon Siswa SMA dan Orang Tua di Banten Datangi Sekolah Usai Server PPDB Down

Berdasarkan data yang didapatkan dari Pemprov Banten per 21 Juni, total kasus aktif berjumlah 54.216 kasus, dirawat 2.962 pasien, sembuh 49.854 pasien, dan meninggal berjumlah 1.390 pasien.

Penyebab Wahidin menilai, masyarakat sudah jenuh dengan pembatasan yang dilakukan sehingga mobilitas warga tinggi. Penerapan PPKM berskala mikro dan PSBB dinilai tidak efektif untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menambahkan, penyebab lonjakan kasus selama sepekan terakhir ini disebabkan varian baru Covid-19 dengan tingkat potensi penularan tinggi.

Wacana kerantina wilayah

Wahidin mempertimbangkan untuk memberlakukan lockdown atau karantina wilayah setelah kasus positif Covid-19 mengalami lonjakan dalam sepekan.

"Ya harus (ada pengetatan). Tapi kita tetap minta petunjuk lockdown (ke pemerintah pusat). Apakah PSBB atau PPKM," kata Wahidin.

Saat ini, angka BOR atau tingkat keterisian tempat tidur di seluruh rumah sakit di Provinsi Banten sudah mencapai 80 persen. Bahkan, di wilayah Tangerang Raya, yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, BOR rumah sakit sudah 90 persen terisi oleh pasien Covid-19.

"Sekarang bahkan sudah 90 persen, rumah sakit di Kota Tangerang sudah 90 persen lebih. Sudah susah," ucap Wahidin.

Baca juga: Wagub Banten Lapor ke Airlangga Soal Perkembangan Covid-19: Warga Abai Prokes Picu Lonjakan Kasus

Baca juga: Kekurangan Stok Darah saat Pandemi Covid-19, PMI Banten Ajak Pemda Turun Tangan Bersama

Ajak Masyarakat Patuhi Prokes

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengajak masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Menurut dia, upaya mematuhi protokol kesehatan itu untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 yang kini sedang terjadi.

Saat ini, dia menilai, terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 karena mobilitas warga pada Libur Lebaran 1442 Hijriah lalu.

Selain itu, kata dia, masyarakat dilarang mudik, namun tempat wisata dibuka.

“Makanya wisata juga tutup, kemarin terbuka banget," kata dia, dalam keterangan kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Selain itu, lanjut Gubernur, masyarakat mulai mengalami kejenuhan untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Dikatakan, saat itu terjadi peningkatan kasus Covid-19.

Sehingga kapasitas rawat inap Rumah Sakit turut tertekan.

Tingkat keterisian rumah sakit saat ini sudah mencapai 80%.

"Dalam situasi biasa kita masih sanggup, karena kita memiliki sekitar 3.700 tempat tidur untuk perawatan. Sekarang kan tidak seperti tahun lalu, terjadi peningkatan luar biasa," ungkap Gubernur.

Gubernur juga menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat maupun dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini.

Gubernur mengajak seluruh pihak untuk kembali meningkatkan serta saling mengingatkan untuk melaksanakan disiplin protokol kesehatan.

Yakni : mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilitas.

Tulisan ini sudah tayang di kontan.co.id berjudul Jawa Barat dan Banten darurat Covid-19!

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved