Breaking News:

Tak Hanya Positif Covid-19, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Juga Punya Penyakit Kelainan Darah

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes usap atau swab pada Selasa 22 Juni

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Instagram @viajayabaya
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya melakukan isolasi mandiri setelah terkonfirmasi Covid-19 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes usap atau swab pada Selasa (22/6/2021).

Dia menjalani isolasi mandiri di Rumah Dinas Bupati Lebak, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Melalui akun media sosial, @viajayabaya, Iti Octavia Jayabaya menceritakan kondisinya setelah terpapar Covid-19.

Dia menduga terpapar Covid-19 karena tak lepas dari penyakit bawannya, yaitu Thalassemia.

Baca juga: Breaking News: Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Terkonfirmasi Covid-19

Dalam istilah kedokteran, istilah penyakit Thalassemia adalah kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.

Biasanya pendetita penyakit tersebut akan lebih mudah terserang virus apapun yang masuk ke dalam dirinya ketika ditularkan oleh orang lain melalui bersin atau percakapan.

Iti sendiri menerangkan, bahwa dirinya sempat melakukan sel terapi untuk menaikan imunitas dirinya.

"Saya memang ada penyakit kelainan darah atau Thalassemia. Lima tahun terakhir saya melakukan sel terapi dan itu alhamdulilah membuat stabil imun saya," katanya melalui akun media sosialnya @viajayabaya, Sabtu (26/6/2021).

Baca juga: Anak Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Terkonfirmasi Positif Covid-19, Satgas: Hasil Tracing

Baca juga: Pakai Baju Biru, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya Berjemur, Kondisinya Terus Membaik dari Covid-19

Kendati begitu, dirinya tak dapat melanjutkan sel terapi tersebut lantaran pandemi Covid-19 yang membuatnya tidak dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis yang membidangi tersebut.

Ia pun menyadari ancaman Covid-19 kepada dirinya sangatlah besar yang membuat kondisi tubuhnya akan bereaksi keras apabila terdapat virus yang mengancam.

"Maka ketika saya berpapasan dengan orang yang flu saja, maka saya bisa terpapar, apalagi dengan kondisi sekarang tentunya ini sangat rawan bagi saya," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved