Breaking News:

Virus Corona di Banten

Kabupaten Lebak Masuk Zona Merah Covid-19, Ini Penyebabnya

Kabupaten Lebak di Provinsi Banten masuk zona merah penyebaran Covid-19. Saat ini, angka terkonfirmasi positif di Kabupaten Lebak mencapai 4.557 kasus

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Dinas Kesehatan Provinsi Banten
Sebaran Covid-19 di Provinsi Banten per Selasa, 29 Juni 2021 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kabupaten Lebak di Provinsi Banten masuk zona merah penyebaran Covid-19.

Saat ini, angka terkonfirmasi positif di Kabupaten Lebak mencapai 4.557 kasus. 

Di mana jumlah kasus aktif mencapai 895 kasus, sembuh 3.570 dan meninggal dunia 92 orang.

Selain itu, terjadi peningkatan kasus per hari ini di Kabupaten Lebak mencapai 135 kasus dari hari sebelumnya.

Baca juga: Update Pandemi Covid-19 di Lebak: Kasus Positif Tembus 4.557, Masuk Zona Merah

Baca juga: TKA Asal Cina Ditolak Vaksin di Lebak, Kapolres : Kita Fokus ke Warga Lokal, Bukan Orang Asing

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak Firman Rahmatullah membeberkan alasan utama Lebak masuk ke zona merah penyebaran Covid-19.

"Kalau sekarang coba kita liat kenapa Lebak dan Tangerang Raya itu bisa masuk ke Zona Merah. Itu karena mobilitas masyarakat Lebak yang bekerja di Tangerang dan Jakarta yang terus terjadi setiap harinya," katanya saat dihubungi, Rabu (30/6/2021).

Dia menjelaskan, pertemuan penduduk di daerah tersebut membuat banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa dirinya sudah terpapar dan berkontak langsung dengan para masyarakat lainnya.

Apalagi menurutnya, saat ini dengan terus dilakukan tracing dan traking secara menyeluruh kepada masyarakat menghasilkan beberapa kasus aktif yang sering kali ditemui.

Baca juga: Warga Ramai Ikut Vaksinasi di Kodim 0603 Lebak, Disabilitas sampai ODGJ Juga Divaksin

Baca juga: Covid-19 di Lebak Semakin Merebak, 95 Nakes Tertular dan 42 Puskesmas sempat Ditutup

"Iya balik lagi, kalau kita masuk zona merah saat ini, karena kan memang kita sering melakukan upaya pencegahan dan tracing itu terus kita lakukan. Dan tak banyak yang kita tracing itu hasilnya negatif," terangnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat untuk kembali menerapkan prokes secara ketat kembali dan jangan mengabaikan penyebaran Covid di kehidupan sehari-hari.

"Iya saya tidak pernah berhenti mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga prokes ketat. Sekarang itu tingkat kepatuhan masyarakat menggunakan masker rendah, kebanyakan dari mereka menggunakan masker itu di dagu bukan di mulut," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved