Virus Corona
Wajib Tahu, Ini Penjelasan Lengkap Saturasi Oksigen, Kadar Normal, dan Cara Mengukurnya
Memantau saturasi oksigen dalam darah merupakan hal penting saat menangani pasien Covid-19. Ini penjelasan lengkap mengenai Saturasi Oksigen.
TRIBUNBANTEN.COM - Memantau saturasi oksigen dalam darah merupakan hal penting saat menangani pasien Covid-19.
Sebab, virus corona menyerang saluran napas dan mengganggu kinerja paru-paru yang dapat memicu gejala sesak napas.
Kadar oksigen yang rendah bisa menjadi peringatan dini bahwa pasien membutuhkan perawatan medis.
Melansir Tribunnews.com dari Department of Health, orang yang terinfeksi Covid-19 memiliki kadar oksigen yang rendah dalam darah.
Baca juga: 265 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Saat Isolasi Mandiri Selama Juni-Juli
Sebagian pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri bisa menggunakan pulse oximeter, yakni alat untuk mengukur saturasi oksigen.
Pulxe oximeter dapat mengukur jumlah oksigen yang ada di dalam darah seseorang.
Meski sering digunakan di rumah sakit dan klinik, namun pulxe oximeter bisa dibeli untuk dipakai di rumah.
Alat ini memiliki ukuran kecil yang dijepit ke jari, atau bagian lain dari tubuh.
Namun, alat ini tak disarankan untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak.
Dikutip dari News Medical Life Sciences, saturasi oksigen adalah parameter penting untuk menentukan kandungan oksigen darah dan pengiriman oksigen.
Saturasi oksigen dapat mengukur persentase oksihemoglobin (hemoglobin yang terikat oksigen) dalam darah, dan direpresentasikan sebagai saturasi oksigen arteri (SaO 2 ) dan saturasi oksigen vena (SvO 2 ).
Setiap molekul hemoglobin mengandung empat kelompok heme yang dapat dengan mudah mengikat molekul oksigen yang ada dalam darah.
Baca juga: Depot Isi Ulang Oksigen di Tangsel Panen Pesanan, Pengusaha Ini Kurang Tak Tidur dan Stok Langka
Ini berarti bahwa satu molekul hemoglobin dapat mengikat hingga empat molekul oksigen selama pengangkutan dalam darah.
Untuk orang dewasa, kisaran normal kadar saturasi oksigen adalah 95 – 100%.
Nilai yang lebih rendah dari 90% dianggap saturasi oksigen rendah, di mana orang tersebut membutuhkan suplementasi oksigen eksternal.
Cara Mengukur Saturasi Oksigen dalam Darah
Pengukuran saturasi oksigen sangat penting bagi pasien dengan kondisi kesehatan yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah.
Kondisi tersebut antara lain penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, pneumonia, kanker paru-paru, anemia, gagal jantung, serangan jantung, dan gangguan kardiopulmoner lainnya.
Metode yang paling umum untuk mengukur saturasi oksigen adalah oksimetri nadi.
Ini adalah metode non-invasif yang mudah, tanpa rasa sakit, di mana probe ditempatkan di ujung jari atau daun telinga untuk mengukur saturasi oksigen secara tidak langsung.
Metode lain untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah adalah dengan tes gas darah.
Tes gas darah adalah pendekatan lain untuk secara akurat mengukur tingkat oksigen dan karbon dioksida dalam darah.
Untuk tes, darah dapat dikumpulkan dari pergelangan tangan (tes gas darah arteri) atau daun telinga (tes gas darah kapiler).
Tes ini terutama digunakan untuk menentukan apakah paru-paru berfungsi penuh untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara efektif.
Baca juga: Cerita Pedagang Tabung Oksigen di Ciputat: Pasokan Kosong, Harga Makin Melambung Tinggi
Apa yang terjadi ketika saturasi oksigen turun?
Tingkat oksigen yang lebih rendah dari normal dalam darah didefinisikan sebagai hipoksemia .
Umumnya, tingkat saturasi oksigen yang lebih rendah dari 90% dianggap sebagai hipoksemia, yang dapat diakibatkan oleh komplikasi kardiopulmoner, sleep apnea, obat-obatan tertentu, dan paparan ketinggian.
Gejala hipoksemia yang paling umum di antaranya sakit kepala, detak jantung cepat, batuk, sesak napas, mengi, kebingungan, dan kebiruan pada kulit dan selaput lendir (sianosis).
Sianosis adalah kondisi patologis yang ditandai dengan saturasi oksigen yang sangat rendah.
Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen yang Rendah
Penurunan saturasi oksigen di bawah tingkat kritis harus ditangani dengan suplementasi oksigen.
Tergantung pada tingkat keparahan kondisinya, dokter dapat meresepkan oksigen tambahan, yang memiliki efek paling langsung pada tingkat saturasi oksigen.
Baca juga: Sekda Banten: PPKM Darurat Upaya Menanggulangi Kasus Covid-19
Namun, untuk kondisi ringan hingga sedang, ada cara alami untuk meningkatkan tingkat saturasi oksigen darah.
Misalnya, latihan fisik setiap hari dapat meningkatkan kapasitas paru-paru untuk pertukaran gas dan melindungi dari hipoksemia.
Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menerapkan perubahan dalam rutinitas olahraga sehari-hari.
Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang juga dapat membantu meningkatkan saturasi oksigen darah.
Kekurangan zat besi adalah salah satu penyebab utama saturasi oksigen rendah.
Makan makanan yang kaya zat besi, seperti daging, ikan, kacang merah, lentil, dan kacang mete.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-pasien-virus-corona.jpg)