PPKM Darurat

PPKM Darurat, Toko Pakaian di Pasar Rau Kota Serang Sepi Pembeli

Dia menceritakan omset penjualan barang dagangannya menurun sejak hari pertama PPKM Darurat pada Sabtu (3/7/2021).

Penulis: mildaniati | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Mildaniati
Suasana toko pakaian di Pasar Rau Kota Serang pada dua minggu menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 H atau bersamaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Senin (5/7/2021).  

Laporan wartawan TribunBanten.com Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG -  Toko pakaian di Pasar Rau Kota Serang sepi pembeli pada dua minggu menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 H, Senin (5/7/2021).

Dari pantauan TribunBanten.com, tak tampak penumpukan pembeli di area toko pakaian Pasar Rau. Hanya ada beberapa pengunjung yang berhenti dan menawar pakaian di satu atau dua toko.

Bahkan, beberapa toko tampak tutup.

Para penjual terlihat duduk dan sesekali berdiri kala ada pengunjung melintas di depan tokonya.

Kondisi ini berbeda dengan beberapa hari sebelumnya, di mana ada banyak pengunjung yang datang ke beberapa toko pakaian yang ada di Pasar Rau.

Baca juga: Lapas Rangkasbitung Tiadakan Kunjungan Napi selama PPKM Darurat, Titip Makanan Diperketat

Kondisi ini juga terjadi bersamaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 sampai 20 Juli 2021, yang di antaranya membatasi pengunjung pasar maksimal 50 persen.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Serang menindaklanjuti Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat se Jawa-Bali.

Salah satu penjual pakaian muslim di Pasar Rau, Sumarno mengatakan saat ini penjualannya kembali menurun bersamaan adanya PPKM Darurat.

"Pengunjung hanya hitungan jari, biasanya ramai," ujarnya.

Baca juga: Hari Ketiga PPKM Darurat, Karyawan Swasta Ini Curhat Terjebak Macet 4 Jam : Maju Kena Mundur Kena

Dia membuka tokonya sejak pukul 07.00 sampai pukul 16.30 WIB. Namun, pengunjung yang membeli barang dagangannya hanya dua orang.

"Tutup lebih cepet dari sebelumnya, biasanya jam 17.00 WIB," ujarnya.

Penjual kebaya dan kemeja batik di Pasar Rau, Gelora Vusviyanti, juga mengeluhkan penurunan jumlah pembeli ini.

Menurutnya, kondisi ini juga disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat.

"Daya beli masyarakat menurun sekitar 70 persenan," katanya.

Baca juga: Banyak Nakes Terpapar Covid-19, Pemkab Lebak Buka Lowongan Relawan, Berikut Besaran Gajinya

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved