Breaking News:

Virus Corona di Banten

Polda Banten Menangkap Pemilik Apotek, Gara-gara Jual Oseltavimir Rp 700.000 dan Tanpa Resep Dokter

Selanjutnya anggota melakukan penggeledahan terhadap apotek tersebut dan diamankan obat berikut uang hasil penjualan

Editor: Agung Yulianto Wibowo
dokumentasi Polda Banten
Polisi menangkap pemilik apotek di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Polisi menangkap pemilik apotek di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Penangkapan itu dilakukan setelah Ditreskrimum Polda Banten menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah apotek yang diduga menjual obat di atas harga eceran tertinggi (HET).

Selain di atas HET, penjualan juga tanpa resep dokter.

Baca juga: Kajati-Polda Banten Selidiki Penyebab Harga Obat-obatan Pasien Covid-19 Naik Sampai 400 Persen

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho melalui Dirreskrimum Kombes Pol Ade Rahmat Idnal mengatakan sidak dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat.

"Kami melakukan pengecekan ke beberapa apotek," ujar Ade lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Minggu (11/7/2021).

Menurut Ade, polisi menangkap pemilik apotek karena mencari keuntungan di tengah pandemi Covid-19.

"Dia menjual obat Oseltavimir dari harga awal Rp 260.000 menjadi Rp 700.000 dan tanpa resep dokter," ucap Ade.

Baca juga: 19 Lokasi Penyekatan PPKM Darurat Polda Banten, Jalan A Yani Kota Serang Disekat Mulai Pukul 18.00

Oseltamivir menjadi satu di antara obat untuk terapi pasien yang terpapar virus corona.

Selain itu, juga terdapat Favipiravir ada dan Remdesivir yang menjadi alternatif terapi.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan pemilik ditangkap di apoteknya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved