Idul Adha 1142 H

Harga Bahan Pokok di Pasar Rau Stabil Jelang Idul Adha, Ini Daftar Harga Barang yang Naik

Ia mengatakan omset penjualannya turun sekitar Rp 3 sampai Rp 4 juta sejak adanya kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darura

Penulis: mildaniati | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Mildaniati
Samani, pedagang cabai merah dan sembako di Pasar Rau, Kota Serang, Banten, Senin (12/7/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Delapan hari jelang Hari Raya Idul Adha, harga bahan pokok di Pasar Rau, Kota Serang, masih stabil.

Pantauan TribunBanten.com pada Senin (12/7/2021), suasana Pasar Rau tampak lengang mulai di Jalan Lingkar Rau Cimuncang.

Tidak begitu banyak kerumunan pembeli di kios-kios pedagang.

Samani, pedagang kebutuhan bahan pokok, mengatakan saat ini harganya masih stabil.

Meski begitu, ada beberapa harga bahan pokok yang mengalami kenaikan.

Baca juga: Stok Sembako di Serang Jelang Idul Adha Aman dan Stabil, Tapi Masalah Ini Dikhawatirkan

Di antaranya cabai rawit naik Rp 3.000 dari Rp 22.000 per kg menjadi Rp 25.000 per kg.

Lalu, brokoli naik dari Rp20.000 menjadi Rp 25.000, kembang kol naik dari Rp 15.000 jadi Rp 20.000, dan terigu naik dari Rp 150.000 dari Rp 155.000 per bal.

Menurut Sumani, kenaikan tersebut terbilang tidak tinggi.

"Sebelum Covid-19 meningkat, biasanya satu bulan mau Idul Adha harga sudah pada naik," ujarnya.

"Mungkin karena lagi pandemi Covid-19, tambah pembatasan jam buka, jadi banyak kios pada tutup" sambungnya.

Baca juga: Dampak PPKM Darurat, Pedagang Hewan Kurban di Kota Serang Sepi Pembeli

Baca juga: Hindari Klaster Daging Kurban, Hewan Kurban di Lebak Dibagikan ke Rumah Warga

Hakim, penjual beras di Pasar Rau, Kota Serang, Banten, Senin (12/7/2021).
Hakim, penjual beras di Pasar Rau, Kota Serang, Banten, Senin (12/7/2021). (Tribunbanten.com/Mildaniati)

Ia mengatakan omset penjualannya turun sekitar Rp 3 sampai Rp 4 juta sejak adanya kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Kios banyak yang tutup, biasanya kita buka 24 jam," ujarnya.

Samani berharap aktivitas warga dan penjualannya kembali normal.

Penjual kelapa bernama Anton pun mengaku saat ini pembelinya sepi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved