Breaking News:

PPKM Darurat

Cerita Pengemudi Ojol di Lebak selama PPKM Darurat, Kucing-Kucingan Hingga Menyamar

Dengan adanya sejumlah pembatasan mobilitas warga hingga operasional rumah makan, ia terpaksa memutar otak saat menarik ojol

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Pengemudi ojek online (ojol) di Rangkasbitung, Lebak, Selasa (13/7/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pemkab Lebak membatasi mobilitas warga dan rumah makan hingga pukul 20.00 WIB selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3 sampai 20 Juli 2021.

Kebijakan tersebut juga berdampak terhadap pengemudi ojek online (ojol), seperti dirasakan Adrian (35).

Ia mempunyai seorang istri dan dua anak. Seluruh biaya hidup keluarganya ditopang dari penghasilan ojol.

Adrian kerap mangkal di depan Gedung Joeang 45 Rangkasbitung selama adanya PPKM Darurat.

Ia merasakan benar sulitnya mendapatkan penumpang selama PPKM Darurat di Lebak.

"Dengan adanya PPKM Darurat ini jujur ya sangat merugikan kami yang setiap harinya bekerja di jalanan. Biasanya kami mendapatkan Rp 100-150 ribu per hari, kini cuman dapat Rp 50.000 ribu saja itu belum cukup," ujarnya saat ditemui di Rangkasbitung, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Resepsi Pernikahan Dilarang saat PPKM Darurat, 30 Calon Pengantin di Lebak Terpaksa Tunda Nikah

Dengan adanya sejumlah pembatasan mobilitas warga hingga operasional rumah makan, ia terpaksa memutar otak saat menarik ojol agar bisa tetap mendapatkan penghasilan.  

Tak jarang ia harus bermain kucing-kucinngan dengan petugas saat membawa penumpang.

"Ya terpaksa kita harus kucing-kucingan dengan petugas. Kadang kalau jalan utama di tutup kita bawa penumpang dari jalan tikus agar tidak ketahuan oleh petugas," akunya.

Saat melewati batas waktu pukul 20.00 WIB, Andrian juga terpaksa melakukan penyamaran agar dapat mengelabuhi petugas yang berpatroli.

Baca juga: Sepekan PPKM Darurat di Lebak, Satgas Temukan Masih Banyak Warga Nongkrong di Warkop

"Saya kalau malam hari nyamar biar bisa ngelabuhi petugas. Sebab, terkadang saya enggak bisa masuk jalan karena disekat petugas," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah tidak sekadar mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat tanpa memberikan solusi dari permasahalan yang muncul, seperti berkuranganya penghasilan pengemudi ojol.

Apalagi, ia pun belum mendapat bantuan sosial dari pemerintah.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved