Gelar Pelatihan Hisab Rukyat, LDII Cegah Perselisihan dalam Penentuan Hari-hari Besar Umat Islam

Pihak Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan Kementerian Agama menggelar pelatihan dasar ilmu hisab secara daring, pada Kamis (15/7/2021).

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Pihak Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan Kementerian Agama menggelar pelatihan dasar ilmu hisab secara daring, pada Kamis (15/7/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan Kementerian Agama menggelar pelatihan dasar ilmu hisab secara daring, pada Kamis (15/7/2021).

Acara itu digelar dalam rangka memberikan wawasan mengenai ilmu hisab.

Perhelatan itu menghadirkan narasumber pakar astronomi dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya.

Baca juga: Tata Cara Perayaan Idul Adha 2021 Menurut Fatwa MUI Banten, Diimbau Tidak Sebar Kupon Hewan Kurban

Baca juga: Harga Bahan Pokok di Lebak Jelang Idul Adha Cenderung Stabil, Daya Beli Masyarakat Turun 50 Persen

Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso mengatakan pelatihan ini sangat penting dan harus diadakan. Hisab dan rukyat dalam agama disebut ibadah.

“Ini dibuktikan adanya doa yang menyertai ketika melihat hilal dalam penentuan awal bulan. Ini memang sesuatu yang ibadah, karena menentukan proses-proses dan keabsahan ibadah wajib lainya. Mulai puasa, Idul Fitri, Idul Adha, dan lain sebagainya,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima, pada Kamis (15/7/2021).

Meskipun saat ini teknologi sangat maju, apalagi digitalisasi, menurut Chriswanto sangat memungkinkan semua orang bisa mengakses software maupun aplikasi untuk menghitung hisab pada lokasi tertentu.

Namun yang diingat, kata dia, jika tidak memahami konsep atau ruhnya, menjadi kurang lengkap dan sempurna.

Dia menilai, di Indonesia kerap terjadi perselisihan penentuan awal Bulan Syawal dan Ramadan. Hal ini, kata dia, dikhawatirkan bisa menyebabkan ketidakrukunan antar umat Islam.

Padahal menjaga ukhuwah Islamiyah, kerukunan dan kekompakan hukumnya wajib.

"Oleh karena itu, dengan pelatihan ini sudah tidak ada lagi perselisihan untuk menentukan tanggal 1 Hijriah,” tuturnya.

Pelatihan ini memberi landasan dasar dalam memahami ilmu hisab rukyat.

Sehingga ada penyamaan persepsi antar umat Islam yang akan mengurangi perbedaan dan friksi yang tidak perlu dalam urusan keagamaan.

“Bagi seorang muslim, perselisihan di antara elit dan beberapa golongan bisa menjadikan cermin yang tidak baik bagi umat,” ujarnya.

LDII menyelenggarakan pelatihan hisab rukyat, ingin memberikan pemahaman dasar kepada masyarakat umum dan warga LDII, sehingga bisa memahami penentuan pergantian bulan untuk tujuan ibadah.

“Kita bisa menyamakan persepsi dan memahami perbedaan. Kita juga meyakini, berdasarkan ilmu yang dipahami. Dengan demikian kita dapat menentukan pelaksanaan awal bulan yang berkaitan dengan ibadah sesuai dengan ilmu,” ujarnya.

Baca juga: Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 2021 Jatuh pada Selasa 20 Juli 2021

Baca juga: Jelang Idul Adha 2021, Ketersediaan Pangan di Gudang Bulog Serang Aman

Acara ini diikuti seluruh anggota DPW dan DPD LDII serta Pondok Pesantren binaan LDII di seluruh wilayah Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved