Breaking News:

PPKM Darurat

Cerita Asep Pelanggar PPKM Darurat, Tak Menyangka Sempat Dijebloskan Satu Sel dengan Narapidana

Pria berusia 23 tahun itu keluar dari lapas, Minggu (18/7/2021) setelah menjalani kurungan tiga hari.

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Asep Lutpi Suparman (23) bersama ibu kandungnya, Devianti (47), setelah keluar dari Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Minggu (18/7/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Asep Lutpi Suparman tak menyangka dijebloskan satu sel dengan pelaku kriminal yang sudah berstatus sebagai narapidana.

Asep adalah pelanggar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Tasikmalaya.

Kafe Look Up milik Asep di Jalan Riung Asih, Cihideung, terjaring razia PPKM Darurat karena buka melebih pukul 20.00.

Dia dikurung selama tiga hari di Lapas Kelas II B Tasikmalaya karena tidak mampu membayar dengan sebesar Rp 5 juta.

Pria berusia 23 tahun itu keluar dari lapas, Minggu (18/7/2021) setelah menjalani kurungan tiga hari.

Dia divonis hakim denda Rp 5 juta subsider kurungan tiga hari pada sidang tipiring di Taman Kota Tasikmalaya.

Asep Lutpi Suparman (23), pemilik Kafe Look Up, keluar dari Lapas Kelas II B Tasikmalaya, setelah menjalani kurungan tiga hari, Minggu (18/7/2021). 

Dia mengaku tidak bisa membayangkan jika selama tiga hari berada dalam satu sel dengan para pelaku kriminal.

Padahal ia hanya pelanggar tipiring.

"Lima menit di sel tidak ada interaksi dengan napi. Akhirnya dipindah ke kamar tersendiri dan bahkan diberi kasur. Petugas lapasnya juga baik-baik," kata Asep.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved