Virus Corona di Banten
Cerita Pelajar SMP di Lebak Usai Divaksin Covid-19: Ingin Kembali ke Sekolah, Stres Belajar di Rumah
Sebanyak 133 Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lebak menerima vaksinasi Covid-19. Ini merupakan gelombang kedua pemberian vaksinasi.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sebanyak 133 Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lebak menerima vaksinasi Covid-19.
Ini merupakan gelombang kedua pemberian vaksinasi Covid-19 kepada para pelajar di Kabupaten Lebak yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah setempat.
Pemerintah Kabupaten Lebak menyiapkan 900 dosis yang akan diberikan kepada para siswa-siswi.
Upaya pemberian vaksinasi Covid-19 itu digelar di Makodim Lebak, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (19/7/2021).
Baca juga: Siswa SMP dan SMA di Lebak Mulai Divaksin, Dindikbud Kembali Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka
Baca juga: Bantuan Santunan Ahli Waris Pasien Covid-19 Meninggal di Lebak Tak Kunjung Cair, Dinsos Bilang Ini
Andrew Setiadi (14), siswa SMP Negeri 3 Rangkasbitung mengaku takut mengikuti vaksinasi Covid-19 karena khawatir tertular virus saat bertemu dengan orang lain.
Apalagi, kata dia, angka positif Covid-19 di Kabupaten Lebak mengalami peningkatan selama kurun waktu terakhir.
"Saya takut tertular, soalnya banyak teman saya yang terkena (Covid-19) saat bermain. Makanya mama saya mengantarkan ke sini untuk divaksin, agar terhindar dari Covid-19," kata dia saat ditemui di lokasi, Senin (19/7/2021).
Dia berharap melalui pemberian vaksinasi itu dapat membuatnya dan kawan-kawan yang lain kembali masuk ke sekolah.
Dia merasa bosan belajar hanya dari rumah. Menurut dia, metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) sangat sulit dipahami.
"Pengennya belajar di sekolah. Karena kan kalau daring agak kesulitan untuk dimengerti," ujarnya.
Baca juga: Jumlah Warga Miskin di Lebak Tambah 12,9 Ribu Orang, Dinsos Lebak: Kami Berusaha Menurunkan
Baca juga: PPKM Darurat Jilid 2 di Kabupaten Lebak, Apakah Pembatasan Diperketat? Ini Jawaban Asda I
Sementara itu, Dewi Septiani (15), siswi SMP 1 Rangkasbitung senang adanya vaksinasi Covid-19 itu
Menurut dia, upaya pemberian vaksinasi Covid-19 itu akan membuatnya dan rekan-rekan satu sekolah akan kembali belajar di sekolah.
"Iya mau kembali ke sekolah, karena sudah mulai jenuh dan stres sekolah dari rumah. Selain itu banyak juga yang koneksinya buruk jadi tidak dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Baca juga: Satgas Covid-19 Lebak Segera Salurkan 200 Paket Obat dan Vitamin Gratis bagi Pasien yang Isoman
Baca juga: Penduduk Miskin di Lebak Tambah 12,9 Ribu Orang Selama Setahun Pandemi
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan tim Satgas Penanganan Covid-19 Lebak untuk memberikan vaksinasi Covid-19 kepada para pelajar.
Dia menilai, upaya vaksinasi Covid-19 itu dapat memberikan
imunitas kepada para siswa SMP yang notaben berusia 12 - 16 tahun itu.
"Semoga ikhtiar bersama dapat menjadi solusi, dan percepatan dalam penanganan Covid-19. Sehingga Pandemi ini dapat segera selesai," tambahnya.