Breaking News:

Virus Corona di Banten

Pedagang Wedang Jahe di Ibin Kabupaten Serang Penjualannya Naik, Satu Hari Mampu Menjual 180 Liter

Penjual wedang jahe di Jalan Raya Serang, Desa Tambak, Kecamatan Ibin, Kabupaten Serang, ini melayani satu per satu pembeli.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Pedagang Wedang Jahe di Ibin Kabupaten Serang Penjualannya Naik, Satu Hari Mampu Menjual 180 Liter
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Yanto, pedagang wedang jahe di Jalan Raya Serang, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, melayani pembeli, Selasa (20/7/2021) malam.

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Gerobak berwarna coklat bertuliskan wedang jahe, ramai didatangi para pembeli, aroma jahe merah yang direbus terasa hangat dan melegakan.

Tangan Yanto, penjual wedang jahe, lincah dan cepat untuk membuat wedang.

Penjual wedang jahe di Jalan Raya Serang, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, ini melayani satu per satu pembeli.

Sejumlah pembeli membawa tempat minum sebagai wadah wedang jahe untuk dibawa pulang.

Baca juga: Permintaan Santan Kelapa di Kota Serang Meningkat Jelang Idul Adha, 1.500 Buah Ludes dalam Sehari

"Selama pandemi Covid-19, permintaan meningkat hingga empat kali lipat," kata Yanto kepada TribunBanten.com di lapaknya, Selasa (20/7/2021) malam.

Sebelum pandemi Covid-19, Yanto mengaku membuat wedang jahe sekitar 40 liter dalam beberapa jam.

Sekarang, dia bisa membuat wedang jahe hingga 180 liter.

Yanto berjualan pada pukul 08.00 -12.00.

Baca juga: Penjualan Kelapa Muda di Jalan Maulana Hasanudin Kota Serang Melonjak, Omzet Bisa Rp 2 Juta per Hari

Setelah itu, dia akan mulai kembali berjualan pada malam hari pada pukul 20.00-22.00.

"Alhamdulillah habis terus, kalau untuk berapa gelasnya saya kurang tahu karena enggak menghitung," ucapnya.

Satu gelas wedang jahe dihargai Rp 5.000.

Baca juga: Permintaan Santan Kelapa di Kota Serang Meningkat Jelang Idul Adha, 1.500 Buah Ludes dalam Sehari

Namun, Yanto enggan memberitahu omzet yang diperolehnya per hari.

Selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, Yanto tidak melayani konsumen yang menikmati wedang jahe di tempat.

"Saya juga mengingatkan untuk memakai masker," kata dia.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved