Breaking News:

Virus Corona di Banten

IGD Penuh Oleh Pasien Covid-19, RSUD Cilegon Dirikan Dirikan Tenda untuk Pasien Umum

Namun, saat ini pihak RSUD Cilegon masih terkendala belum adanya tenaga kesehatan yang akan menangani pasien non-Covid-19 di tenda tersebut.

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Abdul Qodir
Dok. RSUD Cilegon
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon mendirikan tenda khusus darurat di halaman RSUD Cilegon, Jalan Bojonegara, Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Kamis (22/7/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon mendirikan tenda khusus darurat di halaman RSUD Cilegon, Jalan Bojonegara, Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Kamis (22/7/2021).

Tenda besar milik BPPD Tenda tersebut akan digunakan sebagai ruang IGD pasien non-Covid-19 yang belum bisa masuk ruangan.

Tenda tersebut dapat menampung enam orang pasien.

“Ada satu  tenda darurat yang kami kami dirikan, karena di ruangan IGD (Instalasi Gawat Darurat) penuh oleh pasien status positif. Jadi, kami dirikan tenda tersebut untuk pasien non covid-19,” kata Kabag Umum RSUD Cilegon Faruk Oktavian saat dihubungi, sebagaimana keterangan tertulis diterima TribunBanten.com.

Faruk mengatakan langkah ini merupakan arahan pimpinan (Walikota Cilegon) dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kota Cilegon.

Baca juga: Pemkab Lebak akan Perbanyak Tracing Covid-19, Target 2.810 Orang Satu Hari

Namun, saat ini pihak RSUD Cilegon masih terkendala belum adanya tenaga kesehatan yang akan menangani pasien non-Covid-19 di tenda tersebut.

Sebab, puluhan tenaga kesehatan RSUD Cilegon sendiri terpapar Covid-19.

“Kebutuhan tim medis untuk tenda darurat ini 17 orang perawat. Sampai saat ini 48 nakes dan dokter di rumah sakit menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat terserang Covid-19," ungkapnya.

"Nah itu yang sedang kami (RSUD) pikirkan sekarang. Bagaimana bisa menempatkan para nakes dan dokter di tenda darurat ini. Karena, kami buka pendaftaran relawan nakes,” tambahnya.

Baca juga: Mulai Senin, Pasien Covid-19 Isoman di Kabupaten Serang Dapat Layanan Kosultasi Gratis

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Cilegon, Ujang Iing beralasan sebenarnya pihaknya selama ini telah menyiapkan pelayanan umum untuk pasien non-Covid-19 di lantai II rumah sakit.

Namun, pendirikan tenda darurat dilakukan juga karena adanya perintah dari pimpinan. "Kami akan buka IGD yang melayani non Covid,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, selain kendala kekurangan nakes, tenda darurat juga membutuhkan banyak peralatan.

Baca juga: Pantau Kodisi Kesehatan di rumah, Berikut 6 Alat yang Perlu Dimiliki saat Pandemi Covid-19

Diantaranya, 6 unit tempat tidur atau bed, 3 unit ozymeter, 9 unit manometer 02 transport, 15 unit tabung 02, 3 unit hepa filter, 8 unit tiang infus serta 3 unit hepa filter fortable.

Sejumlah donatur telah bersedia memberikan bantuan untuk kebutuhan sebagian peralatan tersebut.

"Dan kami menyambut baik adanya bantuan tersebut. Alhamdullilah hari ini sudah ada donatur yang telah mendonasikan," tuturnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved